z-logo
open-access-imgOpen Access
MENERAPKAN METODE COOPERATIVE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Author(s) -
Syukri Fathudin Achmad Widodo
Publication year - 2006
Publication title -
humanika/humanika : kajian ilmiah mata kuliah umum
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2579-4248
pISSN - 1412-1271
DOI - 10.21831/hum.v6i1.3808
Subject(s) - humanities , psychology , pedagogy , sociology , philosophy
Cooperative learning adalah metode pembelajaran dengan prinsip belajar untuk sukses bersama. Cooperative Learning biasa disebut dengan tutorial teman sebaya, artinya metode pembelajaran yang dilakukan dengan melibatkan siswa untuk saling membantu siswa yang lainnya. Cooperative learning sebagai salah satu alternatif metode pembelajaran dapat dijadikan pilihan bagi para pendidik mulai  jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Dengan cooperative learning diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan hasil belajarnya dan interaksi sosial dengan sesamanya dapat terjalin dengan baik. Implementasi cooperative learning pada kelas akan merubah paradigma cara belajar dengan suasana tradisional yang berfokus pada kegiatan belajar mengajar yang berpusat pada dosen menjadi kegiatan belajar mengajar yang berpusat pada mahasiswa. Dengan demikian, diharapkan penguasaan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa menjadi lebih baik selain  juga mengembangkan tanggung jawab, pemahanan pengetahuan, empati, dan interaksi sosial dengan sesama siswa lainnya, sehingga pendidikan berbasis mutu tidak hanya sebagai konsep tetapi juga perbaikan berkelanjutan dalam pendidikan menuju ke arah lebih baik. Tujuan Pendidikan Agama Islam lebih merupakan suatu upaya untuk membangkitkan intuisi agama dan kesiapan rohani dalam mencapai pengalaman transendental. Dengan demikian tujuan utamanya bukanlah sekedar mengalihkan pengetahuan dan keterampilan (sebagai isi pendidikan), melainkan lebih merupakan suatu ikhtiar untuk menggugah fitrah insaniyah (to stir up certain innate powers), sehingga mahasiswa bisa menjadi penganut atau pemeluk agama yang taat dan baik (Muslim paripurna). Sedangkan pendidikan pada umumnya, bertujuan lebih menitikberatkan pada pemberian pengetahuan dan ketrampilan khusus dan secara ketat berhubungan dengan pertumbuhan serta pemilahan areal kerja yang diperlukan dalam masyarakat. Dalam hal ini hubungan interaksi lebih bersifat kognitif-psikomotorik, dan kurang banyak menyentuh kealaman rohani serta sifat-sifat watak kepribadian manusia.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here