Pendidikan multi kultural berbasis kearifan lokal (studi di SMA Negeri 1 Narmada)
Author(s) -
Zainul Muttaqin,
Amika Wardana
Publication year - 2018
Publication title -
harmoni sosial jurnal pendidikan ips
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2460-7916
pISSN - 2356-1807
DOI - 10.21831/hsjpi.v5i2.10463
Subject(s) - humanities , multiculturalism , mathematics education , pedagogy , sociology , psychology , philosophy
Penulisan artikel ini bagian dari master tesis yang bertujuan untuk mendeskripsikan bagian dari pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal sebagaimana dipraktikan di SMA N 1 Narmada, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitativ. Subyek dalam penelitian ini adalah kepala sekola, guru, siswa dan staf non-akademik lainya yang ada di lingkugan sekolah. hasil penelitian ini menunjukan 4 (empat) temuan utama: (1) imtaq dan kegiatan peduli sosial (wales/bales) sebagai nilai utama dari pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal; (2) Alam takambang jari guru as mode pembelajaran; (3) gendang baleq sebagai bagian dari pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai harmonisasi dalam perbedaan; (4) kultur sekolah sebagai pondasi proses sosialisasi dan internalisasi nilai-nilai multikultural berbasis kearifan lokal.Kata Kunci: pendidikan multikultural, kearifan lokal. MULTICULTURAL EDUCATION BASED ON LOCAL WISDOM (STUDY AT STATE SENIOR HIGH SCHOOL 1 IN NARMADA)AbstractThe article written as part of master thesis-aimed to investigate the forms of the multicultural education based on local wisdom as it practiced at State Senior High School 1 in Narmada, West Lombok. The study was pursued under the qualitative approach. The subject of the research is Headmaster, teacher, students and other non-academic staffs of the school. The research result 4 (four) main findings: (1) Imtaq and social care activities (wales/bales) as the fundamental values of multicultural education based on the local wisdom; (2) Alam Takambang Jari Guru as learning model; (3) Gendang Beleq as a form of multicultural education based on the local wisdom as an attempt of harmonization of togetherness in difference; (4) school culture is the basic foundation of the socialization and internalization process of multicultural education based on the local wisdom.Keywords: multicultural education, local wisdom,
Accelerating Research
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom
Address
John Eccles HouseRobert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom