z-logo
open-access-imgOpen Access
BERTUHAN TANPA AGAMA?
Author(s) -
Yusuf Suyono
Publication year - 2016
Publication title -
jurnal theologia
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2540-847X
pISSN - 0853-3857
DOI - 10.21580/teo.2011.22.2.608
Subject(s) - humanities , philosophy , art , physics
Manusia adalah makhluk misterius, karena dibekali fakultas akal yang bisa melahirkan pemikiran-pemikiran yang sangat menge-jutkan penalaran awam. “Against religion, why we should try to live without it? “, “Spirituality yes, organized religion no “, “God is dead “ dan be¬la¬¬kangan “Bertuhan tanpa agama" adalah contoh-contoh pemi¬kir¬an yang dilahirkan oleh manusia lewat fakultas akal yang dimilikinya itu. Contoh-contoh itu bisa diambil nilai po¬sitif¬nya yaitu ba¬gaimana menjadikan agama resmi yang di¬peluk manusia ini fungsional untuk kebaikan ma¬nusia. Agama harus mem¬bawa kebaikan bagi peme¬luk¬nya khususnya dan manusia umum¬nya, kare¬na agama haki¬kat¬nya adalah ajaran-ajaran berupa petunjuk-petunjuk yang misinya mem¬ba¬ha¬gia¬kan manu¬sia. Sebab kalau tidak diambil nilai posi¬tifnya, pernyataan-pernyataan seperti itu akan mem¬buat para agamawan keba¬karan jenggot. Demi¬kian juga, pernyataan-pernyataan tersebut harus dipahami secara filosofis karena per¬nyataan-per¬¬nyataan ter¬sebut dalam dunia filsafat merupakan hal yang abash-absah saja. Kata Kunci: Impossible being, necessary being, al-Iktinah, eksis¬ten¬¬sialisme, Prima Causa

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here
Accelerating Research

Address

John Eccles House
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom