
AKIBAT YURIDIS DARI SUATU PERKAWINAN DIBAWAH TANGAN
Author(s) -
Muhammad Idris Ramulyo
Publication year - 1982
Publication title -
jurnal hukum and pembangunan/hukum dan pembangunan
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
eISSN - 2503-1465
pISSN - 0125-9687
DOI - 10.21143/jhp.vol12.no6.938
Subject(s) - humanities , art
Tentang perkawinan dibawah tangan, mungkin ada yang berasumsi bahwa yang dipersoalkan adalah : "hidup bersama tanpa nikah" yang sering diberitakan dalam media pers, baik itu majalah maupun surat kabar, seperti lazimnya telah merupakan mode masa kini di Eropah, lebih konkrit lagi di Swedia. Dimana para remaja (putra/putri) melakukan observasi (menjajaki) sampai seberapa jauh diantara mereka terdapat persesuaian paham baik ideal maupun praktis dalam membina rumah tangga yang harmonis kelak. Untuk itu mereka melakukan froof marriage (kawin percobaan), dalam jangka waktu tertentu (samenleven). Bila ternyata diantara mereka dalam jangka waktu tertentu itu, baik dalam soal kesukaan (hobby) pribadi maupun dalam masalah sexual, terdapat keserasian atau persesuaian paham maka hubungan mereka secara formal ditingkatkan dalam ikatan perkawinan, Bila tidak, mereka mencoba lagi dengan pasangan yang lain dan seterusny dan seterusnya. Peningkatan dalam hubungan perkawinan yang formal ini, apabila dalam jangka waktu tertentu itu siwanita dapat melahirkan seorang atau sekurang-kurangnya telah hamil.