z-logo
open-access-imgOpen Access
Prevalensi dan Faktor Risiko Tuli Akibat Bising pada Operator Mesin Kapal Feri
Author(s) -
Jumali Jumali,
Sumadi Sumadi,
Sylvia Andriani,
Misbahul Subhi,
Damianus Suprijanto,
Wuri Diah Handayani,
Abdul Chodir,
Fadilatus Sukma Ika Noviarmi,
Leli Indahwati
Publication year - 2013
Publication title -
kesmas
Language(s) - English
Resource type - Journals
SCImago Journal Rank - 0.146
H-Index - 3
eISSN - 2460-0601
pISSN - 1907-7505
DOI - 10.21109/kesmas.v7i12.328
Subject(s) - medicine , audiology
Kebisingan ruang mesin dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis prevalensi tuli akibat bising Noise Induced Hearing Loss (NIHL) dan faktor yang memengaruhi pada operator mesin kapal feri penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional ini menggunakan metode pengumpulan data dengan wawancara, pengukuran intensitas kebisingan ruang mesin dan pemeriksaan audiometri terhadap operator. Besar sampel adalah 66 operator dari 36 kapal feri yang memenuhi kriteria inklusi dipilih secara acak. Hasil studi menunjukkan 36% kapal memiliki intensitas kebisingan ² 85 dBA dan 64% > 85 dBA. Pemeriksaan audiometri dengan nada murni pada 66 operator didapatkan 34,85% responden mengalami NIHL. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan faktor dominan yang memengaruhi NIHL adalah usia dan lama paparan (p 85 dBA. The audiometric examination with pure tone result of the 66 operators showed that 34.85% of respondent had NIHL. The age and length of exposure affected NIHL incidence (p 0.05) together with age and lenght of exposure. It is important to reduce exposure time of noisy operations on workers, automation of activities and increase the distance between workers and noisy equipment to minimise the noise exposure.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here