
PENGELOLAAN HAMATHRIPS PADA KACANG HIJAU MELALUI PENDEKATAN PENGENDALIAN HAMA TERPADU
Author(s) -
Sri Wahyuni Indiati
Publication year - 2016
Publication title -
jurnal penelitian dan pengembangan pertanian/jurnal penelitian and pengembangan pertanian
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2541-0822
pISSN - 0216-4418
DOI - 10.21082/jp3.v34n2.2015.p51-60
Subject(s) - toxicology , biology , fipronil , horticulture , agronomy , pesticide
Thrips Megalurothrips usitatus (Bagnall) merupakan salah satu hama utama pada kacang hijau, terutama pada musim kemarau. Kehilangan hasil kacang hijau akibat thrips mencapai 67% sehingga pengendalian thrips sangat diperlukan. Pengelolaan hama thrips secara terpadu perlu digalakkan untuk mengurangi dampak negatif penggunaan insektisida kimia. Strategi pengendalian thrips melalui pendekatan pengendalian hama terpadu (PHT) dapat dilakukan melalui sanitasi lingkungan sebelum tanam, pengaturan waktu tanam, dan budi daya tanaman sehat. Varietas Vima 2 yang toleran thrips saat berbunga dan penggunaan mulsa dapat dikembangkan di beberapa daerah endemis thrips. Kombinasi penyemprotan insektisida fipronil 2 ml/l pada 10 hari setelah tanam (HST) dilanjutkan dengan insektisida nabati pada 17, 24, dan 31 HST efektif mengendalikan thrips selama fase vegetatif dan dapat dipadukan dengan varietas Vima 2. Efektivitas pengendalian dapat ditingkatkan bila insektisida nabati disemprotkan pada 24 dan 31 HST dipadukan dengan insektisida fipronil 2 ml/l dua kali pada 10 dan 17 HST. Kedua paket pengendalian tersebut efektif menekan intensitas serangan thrips, meningkatkan hasil 47-77%, serta menghemat penggunaan insektisida 50-75%. Perpaduan penggunaan varietas Vima 2 dan aplikasi insektisida kimia berbahan aktif fipronil atau imidakloprid 2 ml/l pada 10, 17, 24, dan 31 HST konsisten efektif menekan serangan thrips dan meningkatkan hasil antara 150-175%.