z-logo
open-access-imgOpen Access
Analisis Molekuler dan Uji Daya Hasil Galur-Galur Pup1
Author(s) -
Joko Prasetiyono,
Tasliah Tasliah,
Nurul Hidayatun,
Tintin Suhartini,
Ida Hanarida Soemantri
Publication year - 2018
Publication title -
jurnal agrobiogen/jurnal agrobiogen
Language(s) - Slovenian
Resource type - Journals
eISSN - 2549-1547
pISSN - 1907-1094
DOI - 10.21082/jbio.v12n1.2016.p1-10
Subject(s) - physics , biology , microbiology and biotechnology
Perbaikan varietas padi untuk daerah yang memiliki masalah dengan ketersediaan P sangat penting dilakukan mengingat harga pupuk P yang semakin mahal, dan ketersediaan P di alam yang semakin sedikit. Lokus Pup1 sebagai lokus yang berisi gen-gen yang berperan dalam penangkapan P telah dipetakan dengan baik dan marka-marka untuk seleksi sudah dibuat.  Berdasarkan penelitian sebelumnya telah diperoleh galur-galur BC 2 F 8 persilangan Dodokan x Kasalath, Dodokan x NIL-C443, Situ Bagendit x Kasalath, Situ Bagendit x NIL-C443, Batur x Kasalath, dan Batur x NIL-C443. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi galur-galur BC 2 F 8 secara molekuler dan melihat potensi hasil pada dua lokasi yang berbeda.  Penelitian berlangsung mulai bulan Nopember 2013 s.d. Juni 2014. Penelitian molekuler dilakukan di Laboratorium Biologi Molekuler, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen), Bogor dan International Rice Research Institue (IRRI), Filipina, sedangkan penelitian lapang dilakukan di KP Taman Bogo, Lampung dan lahan petani di Sukabumi, Jawa Barat.  Berdasarkan analisis molekuler diperoleh hasil seluruh galur-galur BC 2 F 8 mengandung lokus Pup1 , namun ada tiga galur (BC 2 F 8 Situ Bagendit x Kasalath #5, BC 2 F 8 Situ Bagendit x NIL-C443 #2, dan  BC 2 F 8 Batur x NIL-C443 #2) yang mengandung lokus Pup1 dalam kondisi heterozigot. Sebagian besar galur-galur Pup1 susunan genomnya masih mengikuti genom tetuanya, kecuali BC 2 F 8 Situ Bagendit x Kasalath #7, BC 2 F 8 Batur x NIL-C443 #4, dan #5. Pada percobaan di lapang menunjukkan galur-galur Pup1 pada kondisi P tersedianya kurang mengalami pertumbuhan vegetatif jauh lebih besar dibanding dengan pada kondisi yang P nya cukup tersedia. Namun, pada tahap pengisian biji terjadi variasi hasil, dimana masalah tersebut masih diperlukan penelitian lebih lanjut. Galur-galur BC 2 F 8 Situ Bagendit x Kasalath #2, #3, #6, BC 2 F 8 Situ Bagendit x NIL-C443 #1, #2, BC 2 F 8 Batur x Kasalath #4, #6, #7, BC 2 F 8 Batur x NIL-C443 #3, #4, dan #5 memiliki potensi untuk dikembangkan di daerah dengan P tersedia sedikit ataupun banyak.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here