
SIMULASI MANAJEMEN LAHAN DI DAS CILIWUNG HULU MENGGUNAKAN MODEL SWAT
Author(s) -
Rahmah Dewi Yustika,
Suria Darma Tarigan,
Untung Sudadi
Publication year - 2016
Publication title -
inform. pertanian/informatika pertanian
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2540-9875
pISSN - 0852-1743
DOI - 10.21082/ip.v21n2.2012.p71-79
Subject(s) - swat model , forestry , environmental science , computer science , geography , watershed , machine learning
INDONESIANormal 0false false falseEN-US X-NONE X-NONEPengelolaan DAS merupakan masalah serius karena luas lahan kritis meningkat yang diakibatkan oleh pengelolaan lahan yang tidak sesuai dengan kesesuaian dan kemampuannya dan tidak disertai dengan usaha konservasi tanah dan air, serta perubahan pola penggunaan lahan bervegetasi. Pengukuran lapang parameter yang berpengaruh terhadap hidrologi suatu DAS tidak mudah dilakukan karena karakteristik yang bersifat kompleks dan komprehensif. SWAT ( Soil and Water Assessment Tool ) merupakan suatu model yang dapat membantu dalam memperkirakan kondisi hidrologi berbasis proses fisik ( physical based model). Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui nilai validasi aplikasi model SWAT di sub DAS Ciliwung Hulu dan menentukan Pengelolaan Lahan Terbaik (PLT) pada lahan pertanian di sub DAS Ciliwung Hulu. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data, pengolahan data input, penggunaan model SWAT, kalibrasi, validasi dan simulasi Pengelolaan Lahan Terbaik (PLT). Penelitian dilaksanakan dari bulan Juni 2011 sampai dengan Juni 2012. Validasi debit harian bulan Februari dan Maret tahun 2009 dan 2011 menunjukkan R 0,88 dan NSE 0,74. Nilai kalibrasi ini menunjukkan bahwa model SWAT dapat digunakan untuk memprediksi kondisi hidrologi pada sub DAS Ciliwung Hulu. Aplikasi teras bangku, penanaman menurut kontur, penanaman menurut strip dan agroforestri dapat menurunkan aliran permukaan. Teras bangku terbukti paling efektif menurunkan aliran permukaan hingga 79,21%. INGGRIS<w:LsdException Locked="false" Priority