
Perancangan Struktur Gedung Rangka Baja Tahan Gempa yang Terintegrasi dengan BIM (Building Information Modeling)
Author(s) -
Ronaldi Zulkifli,
Iskandar Romey Sitompul,
Alex Kurniawandy
Publication year - 2022
Publication title -
jurnal teknik sipil itp
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2614-414X
pISSN - 2354-8452
DOI - 10.21063/jts.2022.v901.03
Subject(s) - physics , humanities , philosophy
Era industri 4.0 memiliki pengaruh dalam dunia jasa konstruksi dalam hal perancangan bangunan yang membutuhkan integrasi Architect, Engineering and Construction (AEC). Dengan menggunakan software yang terintegrasi dengan BIM akan memudahkan dan mempersingkat waktu dalam mendesain suatu struktur serta dapat mengurangi kesalahan akibat human error. Suatu struktur dirancang sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi persyaratan keamanan dari bahaya gempa. Penelitian ini menggunakan software Tekla Structural Designer yang terintegrasi dengan BIM dan SAP2000. Beban gempa yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada peta gempa tahun 2010 dan peta gempa tahun 2017. Nilai respon spektrum pada peta gempa 2010 adalah Ss dan S1 sebesar 0,441 dan 0,274. Sedangkan nilai respon spektrum peta gempa 2017 adalah Ss dan S1 sebesar 0,299 dan 0,236. Pengaruh beban gempa pada struktur bangunan rangka baja mencakup perpindahan, simpangan antar lantai, dan gaya dalam pada struktur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Direct Analysis Method (DAM). Pada penelitian ini dimodelkan struktur rangka baja 5 lantai dengan panjang bentang arah X 20 m dan arah Y 16 m, tinggi antar lantai 4 m dengan tinggi total 20 m. Profil yang digunakan dalam pemodelan ini adalah profil kolom 356.376.17,9.17,9 dan balok 229.210.14,5.23.7. Hasil analisis momen maksimum pada elemen balok yang dipengaruh gempa 2010 adalah sebesar 82,953 kNm. Sedangkan momen maksimum elemen balok yang dipengaruhi gempa tahun 2017 adalah 82,922 kNm. Elemen kolom menunjukkan aksial maksimum yang dipengaruhi gempa 2010, yaitu 1371,73 kN. Sedangkan gaya aksial maksimum yang dipengaruhi gempa 2017 sebesar 1370,25 kN. Berdasarkan hasil analisis gaya dalam yang dipengaruhi oleh gempa 2010 lebih besar 5,55% dari gempa 2017. Hal ini dikarenakan nilai spektrum respon pada peta gempa tahun 2010 lebih besar dari pada peta gempa tahun 2017 berdasarkan Ss sebesar 14,2% dan S1 sebesar 3,8%.