
Studi Komparasi Model Pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dan Double Loop Problem Solving (DLPS) Ditinjau dari Kemampuan Matematik terhadap Prestasi Belajar Siswa Materi Larutan Penyangga Kelas XI IPA SMA Negeri Kebakkramat
Author(s) -
Eko Safitri,
Endang Susilowati,
Sulistyo Saputro
Publication year - 2019
Publication title -
jurnal pendidikan kimia
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2337-9995
DOI - 10.20961/jpkim.v8i2.25434
Subject(s) - physics , humanities , mathematics education , psychology , art
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain faktorial 2x2. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri Kebakkramat tahun pelajaran 2017/2018. Sampel penelitian terdiri dari 2 kelas yaitu XI IPA 1 dan XI IPA 3 yang diperoleh dengan menggunakan teknik cluster random sampling . Kelas XI IPA 1 diberikan model pembelajaran TAPPS dan XI IPA 3 diberikan model pembelajaran DLPS. Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji statistic non parametrik Kruskal Wallis. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan penggunaan model pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dan Double Loop Problem Solving (DLPS) pada materi larutan penyangga terhadap prestasi belajar siswa, (2) perbedaan kemampuan matematik yang tinggi dan yang rendah terhadap prestasi belajar siswa, (3) interaksi antara model pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dan Double Loop Problem Solving (DLPS) dengan kemampuan matematik terhadap prestasi belajar siswa pada materi larutan penyangga. Dilihat dari hasil penelitian yang telah dilakukan, kesimpulan yang diperoleh yaitu: (1) prestasi belajar ranah kognitif menunjukkan rerata model pembelajaran TAPPS lebih baik daripada model pembelajaran DLPS, namun tidak ada perbedaan prestasi belajar ranah afektif dan psikomotorik terhadap model pembelajaran, (2) siswa dengan kemampuan matematika tinggi mempunyai prestasi belajar kognitif yang lebih baik daripada siswa dengan kemampuan matematik rendah namun tidak ada perbedaan terhadap prestasi belajar ranah afektif dan psikomotorik, (3) terdapat interaksi antara model pembelajaran TAPPS dan DLPS dengan kemampuan matematik terhadap prestasi belajar ranah kognitif, namun tidak ada interaksi pada ranah afektif dan psikomotorik.