
KINERJA GURU DALAM LESSON STUDY (STUDI KASUS DI SMK N 2 SURAKARTA PADA MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK KELAS X BISNIS KONSTRUKSI DAN PROPERTI TAHUN AJARAN 2017/2018)
Author(s) -
Abdul Wakhid Ali Munandar,
Sri Sumarni,
Sukatiman Sukatiman
Publication year - 2020
Publication title -
indonesian journal of civil engineering education
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2614-378X
pISSN - 2598-2931
DOI - 10.20961/ijcee.v5i2.43484
Subject(s) - span (engineering) , humanities , physics , art , structural engineering , engineering
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan lesson study yang dilaksanakan tim guru di SMK Negeri 2 Surakarta, dan untuk mengetahui kinerja guru dalam penerapan lesson study yang dilaksanakan pada mata pelajaran Mekanika Teknik di kelas X Bisnis Konstruksi dan Properti SMK Negeri 2 Surakarta. Subjek penelitian ini adalah guru mata pelajaran Mekanika Teknik kelas X Bisnis Konstruksi dan Properti SMK Negeri 2 Surakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, angket, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik kualitatif dengan model analisis interaktif . Model ini terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Pertama, pelaksanaan lesson study di SMKN 2 Surakarta dilaksanakan oleh guru mata pelajaran Mekanika Teknik dan observer yang dimulai dari tahap plan (perencanaan pembelajaran) selanjutnya yaitu do (pelaksanaan pembelajaran) terakhir yaitu see (refleksi hasil pembelajaran) . Penerapan lesson study di SMKN 2 Surakarta dilaksanakan dengan penambahan model pembelajaran Two Stray Two Stay (TSTS) dan Group Investigation (GI). Kedua, Pelaksanaan lesson study dapat memperbaiki kinerja guru. Hal ini dapat dilihat pada saat observasi awal, kinerja guru hanya mendapatkan skor 64,4% dari butir penilaian sehingga kinerja guru masuk dalam kategori kurang. Setelah dilaksanakan lesson study menghasilkan perbaikan nilai kinerja guru menjadi 71,8% dan masuk dalam kategori cukup pada pelaksanaan pertama, kemudian terus membaik pada pelaksanaan kedua menjadi 78,6% atau bisa dikategorikan dalam kategori baik.