
Overview: Faktor Pendorong Terjadinya Keterkaitan Kota-desa dari Segi Pergerakan Orang antara Kota Mojokerto dengan Wilayah Peri-urban di Kabupaten Mojokerto
Author(s) -
Belinda Ulfa Aulia
Publication year - 2020
Publication title -
desa-kota
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
ISSN - 2656-5528
DOI - 10.20961/desa-kota.v2i1.39267.58-69
Subject(s) - physics , humanities , art
Kota Mojokerto sebagai wilayah perkotaan yang memiliki kelengkapan fasilitas pelayanan serta Kabupaten Mojokerto yang memiliki potensi dalam bidang pertanian dan perindustrian. Masyarakat melakukan pergerakan hingga keluar dari wilayah tempat tinggalnya, yaitu pergerakan dari desa ke kota maupun sebaliknya untuk memenuhi kebutuhannya. Hal ini menyebabkan beberapa masalah mulai bermunculan. Salah satunya terjadi kepadatan volume kendaraan pada beberapa ruas jalan. Pada penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifkasi faktor-faktor pendorong terjadinya keterkaitan kota-desa antara Kota Mojokerto dengan wilayah peri urban di Kabupaten Mojokerto. Faktor-faktor tersebut dapat digunakan dalam perumusan arahan dalam program pembangunan terkait pola pergerakan penduduk dari desa ke kota dan dari kota ke desa yang terjadi secara masif maupun tidak masif. Pada penelitian ini menggunakan analisis klaster JMP untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong terjadinya keterkaitan kota-desa antara Kota Mojokerto dengan wilayah peri urban di Kabupaten Mojokerto. Dari analisis tersebut, dapat diketahui bahwa terdapat beberapa faktor yang menjadi pendorong keterkaitan kota-desa dalam konteks pergerakan orang. Faktor yang mendorong pergerakan orang dari desa ke kota adalah keinginan masyarakat untuk mencari hiburan/rekreasi; ketersediaan fasilitas perbelanjaan atau rekreasi; kualitas pelayanan sarana; adanya peluang usaha; biaya hidup yang rendah; dan kemudahan menjangkau sarana. Sedangkan untuk faktor yang mendorong terjadinya pergerakan manusia dari kota ke desa adalah kualitas pelayanan sarana; biaya hidup yang rendah; keinginan masyarakat utnuk mencari hiburan; ketersediaan fasilitas perbelajaan atau rekreasi; adanya relasi/hubungan sosial; adanya peluang usaha; dan kemudahan menjangkau sarana. Faktor-faktor tersebut secara general termasuk dalam hubungan sosial ekonomi.