z-logo
open-access-imgOpen Access
Generalisasi Permainan Wythoff ke Permainan Tribonacci
Author(s) -
Loeky Haryanto,
Rahmaniah Rakhman,
Arnensih Alimuddin
Publication year - 2018
Publication title -
jurnal matematika, statistika dan komputasi/jurnal matematika statistik dan komputasi
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2614-8811
pISSN - 1858-1382
DOI - 10.20956/jmsk.v14i1.3546
Subject(s) - fibonacci number , biology , humanities , combinatorics , art , mathematics
Kata fibonacci bisa diturunkan dengan menggunakan suatu iterasi morfisma pada monoid {a, b}*. Dengan mengidentifikasi posisi kedua huruf a dan b di dalam kata fibonacci, diperoleh barisan (an, bn)n³0 yang membentuk posisi-P dari permainan Wythoff. Demikian pula, kata tribonacci bisa diturunkan dengan menggunakan suatu iterasi morfisma pada monoid {a, b, c}*. Dengan mengidentifikasi ketiga huruf a, b dan c di dalam kata tribonacci, diperoleh barisan (An, Bn, Cn)n³0  yang membentuk posisi-P dari suatu permainan yang ditulis oleh [2] dan diberi nama: permainan tribonacci. Selain menggunakan morfisma, kedua barisan (an, bn)n³0  dan (An, Bn, Cn)n³0 bisa dikonstruksi secara rekursif dengan menggunakan operator Mex (Minimum excluded). Berdasarkan parameterdan persyaratan yang digunakan pada kedua konstruksi, disimpulkan bahwa barisan (An, Bn, Cn)n³0  merupakan perluasan dari barisan urutan-2 (an, bn)n³0. Tetapi ada masalah perluasan cara konstruksi posisi-P permainan Wythoff berdasarkan barisan Beatty ke cara yang serupa untuk konstruksi posisi-P permainan tribonacci.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here