z-logo
open-access-imgOpen Access
POTENSI REMPAH-REMPAH TRADISIONAL SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN ALAMI UNTUK BAHAN BAKU PANGAN FUNGSIONAL)
Author(s) -
Andi Widya Helmalia,
Putrid Putrid,
Andi Dirpan
Publication year - 2019
Publication title -
canrea journal
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2621-9468
DOI - 10.20956/canrea.v2i1.113
Subject(s) - traditional medicine , food science , physics , chemistry , medicine
Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju, masyarakat semakin sering mengkonsumsi makanan cepat saji atau junk food.  Hal inilah yang menyebabkan munculnya penyakit degeneratif berdasarkan pola hidup. Sehingga muncullah konspe pangan fungsional. Pangan fungsional adalah makanan atau minuman yang memiliki fungsi fisiologis terhadap tubuh. Misalnya mengkonsumsi antioksidan untuk dapat menangkal radikal bebas yang terjadi pada tubuh. Sumber antioksidan alami ini dapat berasal dari berbagai jenis tumbuhan seperti buah-buahan, sayur-sayuran, rempah-rempah, teh, ataupun enzim dan protein Seperti yang telah kita ketahui, Indonesia merupakan negara yang kaya akan rempah-rempah. Rempah-rempah ini dapat digunakan sebagai sumber antioksidan alami yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Jenis-jenis rempah yang ada di Indonesia yaitu jahe, kunyit, kayu manis, secang, dan andaliman. Jahe mengandung senyawa antioksidan yaitu metil ester, 9-oktadekonik dan nortraselogenin. Penelitian ekstrak bubuk kunyit dan asam tersebut memiliki perbandingan ekstrak kunyit 55% dan ekstrak daun asam 45% sehingga menghasilkan nilai 4,844%. Kayu manis dapat menjadi sumber antioksidan karena mengandung banyak senyawa seperti eugenol, safrole, sinamaldehid, tannin, dan kalsium oksalat. Komponen aktif yang terkandung di dalam secang yaitu flavonoid. Buah andaliman memiliki potensi sebagai antioksidan dan inhibitor a-glukosidase.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here