
AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI DAUN PALA DARI BANYUMAS TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli SERTA IDENTIFIKASI SENYAWA PENYUSUNNYA
Author(s) -
Undri Rastuti,
Senny Widyaningsih,
Dewi Kartika,
Dian Riaingsih
Publication year - 2013
Publication title -
molekul
Language(s) - English
Resource type - Journals
SCImago Journal Rank - 0.125
H-Index - 2
eISSN - 2503-0310
pISSN - 1907-9761
DOI - 10.20884/1.jm.2013.8.2.142
Subject(s) - traditional medicine , physics , medicine
Staphylococcus aureus dan Escherichia coli adalah bakteri yang dapat menyebabkan infeksi. Umumnya masyarakat dalam mengobati penyakit infeksi terhadap bakteri sering menggunakan antibiotik, namun apabila digunakan secara berlebihan dan kurang terarah dapat mengakibatkan terjadinya resistensi. Untuk mengatasinya diperlukan pencarian bahan alami sebagai alternatif pengobatan, salah satunya yaitu minyak atsiri daun pala. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri minyak atsiri daun pala dari Banyumas terhadap S. aereus dan E. coli serta mengidentifikasi senyawa penyusunnya. Minyak atsiri dari serbuk daun pala kering diisolasi menggunakan metode destilasi air. Minyak atsiri yang diperoleh diuji sifat fisik dan dilakukan identifikasi senyawa penyusunnya menggunakan GC-MS. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi untuk mengetahui Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) terhadap S. aereus dan E. coli. Rendemen minyak atsiri daun pala yang diperoleh sebesar 1,34%. Minyak atsiri ini berwarna kuning pucat, berbau khas minyak pala dengan indeks bias sebesar 1,4779 dan bobot jenis sebesar 0,8862 g/cm3. Minyak atsiri daun pala diketahui memiliki 33 komponen kimia dan 5 komponen kimia terbesarnya adalah sabinene, terpinene-4-ol, α-pinene, β-pinene, and β-phellandrene. Minyak atsiri daun pala terbukti memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus dengan KHTM pada konsentrasi minyak atsiri 3,125% menghasilkan zona hambat sebesar 16,81 mm dan terhadap E. coli dengan KHTM pada konsentrasi minyak atsiri 1% menghasilkan zona hambat sebesar 0,54 mm.