
PENGARUH VARIASI HOLDING TIME DAN MEDIA PENDINGIN TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO BAJA SUS 630 METODE HARDENING
Author(s) -
Dwi Herizen,
Rudi Siswanto
Publication year - 2020
Publication title -
jtam rotary/jtam rotary
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2745-6331
pISSN - 2721-6225
DOI - 10.20527/jtam_rotary.v2i2.2411
Subject(s) - rockwell scale , hardening (computing) , metallurgy , physics , materials science , composite material , layer (electronics)
SUS 630 memiliki kekerasan 30,9 HRC dan kandungan Chromium 12% berdasarkan pemakaiannya di PT. Pupuk Kalimantan Timur merekomendasikan kekerasan sebesar 55 HRC, untuk meningkatkan kekerasan material dapat dilakukan dengan teknik material engineering yaitu Hardening. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi waktu tahan dan media pendingin terhadap kekerasan dan mikrostruktur baja sus 630. Proses pengerasan dilakukan hingga mencapai suhu 1020 0C kemudian waktu tahan dengan variasi 10, 20, 30, 40, dan 50 menit kemudian dicelupkan ke dalam air, air garam, dan minyak sampai suhu kamar. Struktur mikro diuji menggunakan mikroskop optik dengan perbesaran 400x dan kekerasan menggunakan kekerasan Rockwell C dengan beban 150 kg. Pengamatan struktur mikro setelah pengerasan struktur yang terbentuk adalah bilah martenstie, sisa austenit, dan karbida logam. Hasil uji kekerasan tertinggi pada media pendingin air (34,2 HRC), air asin (34,2 HRC), dan minyak (34,1 HRC) dan bahan baku (30,9 HRC). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa proses pengerasan dapat meningkatkan nilai kekerasan. SUS 630 Steel hardness is 30.9 HRC and Chromium content is 12%, based on its use at PT. Pupuk Kalimantan Timur recommended a hardness of 55 HRC, to increase material hardness can be done by means of material engineering, namely Hardening. The aim of the study was to determine the effect of variations in holding time and cooling media on the hardness and microstructure of steel sus 630. The hardening process was carried out to reach 1020 0C then holding time with variations of 10, 20, 30, 40, and 50 minutes then dipped into water , salt water, and oil to room temperature. Microstructure was tested using an optical microscope with 400x magnification and hardness using Rockwell C hardness with a load of 150 kg. The observation of the microstructure after hardening of the structure formed is the martenstie lath, residual austenite, and metal carbide. The hardness test results were highest in water cooling media (34.2 HRC), salt water (34.2 HRC), and oil (34.1 HRC) and raw material (30.9 HRC). From this study it can be concluded that the hardening process can increase the value of violence.