
FAKTOR RISIKO GANGGUAN KOGNITIF PADA LANSIA: STUDI PROSPEKTIF ATMA JAYA ACTIVE AGING RESEARCH
Author(s) -
Ika Suswanti,
Meiwita Budiharsana,
Yuda Turana,
Yvonne Suzy Handajani
Publication year - 2020
Publication title -
jurnal publikasi kesehatan masyarakat indonesia
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2581-0901
pISSN - 2407-1625
DOI - 10.20527/jpkmi.v7i1.8673
Subject(s) - gynecology , medicine
ABSTRAKGangguan kognitif merupakan bagian dari proses neurodegeneratif, saat ini belum ada perawatan atau pengobatan untuk mencegah progresifitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko gangguan kognitif dalam studi prospektif. Penelitian dengan desain studi kohort prospektif pada 110 subjek dengan pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling berdasarkan kriteria memiliki kognitif normal, pendidikan lebih dari 9 tahun dan berusia di atas 60 tahun yang berasal dari wilayah binaan Atma Jaya Active Aging Research yaitu Penjaringan, Cideng dan Cengkareng pada tahun 2014-2015 sebagai baseline studi. Fungsi kognitif diperiksa ulang setelah follow-up 2,5 tahun. Subjek diidentifikasi gangguan kognitif jika memiliki skor MMSE kurang dari 24. Penelitian kami menemukan bahwa 16,4% subjek mengalami gangguan kognitif dengan rerata usia 68,6 ± 6,3 tahun, dan 63 (57,3%) perempuan. Skor Instrumental Activity Daily Living yang lebih rendah di awal studi memprediksi penurunan kognitif setelah 2,5 tahun follow up (13,9 ± 2,6vs15,3 ± 1,4; p-value< 0,001) secara independen. Analisis multivariat menggunakan regresi logistik menunjukkan bahwa skor IADL yang lebih rendah memprediksi 1,47 kali untuk mengalami gangguan kognitif pada lansia dengan pendidikan diatas 9 tahun setelah 2,5 tahun follow up. Nilai IADL yang lebih rendah ditemukan sebagai prediktor gangguan kognitif pada lansia setelah 2,5 tahun follow up.Kata-kata kunci: aktivitas-kehidupan sehari-hari, gangguan kognitif, lansia, prospektif.ABSTRACTCognitive impairment is a part of neurodegenerative process, currently there was no treatment or medication to prevent the progresivity. The aims of the study was to investigate the risk factors of cognitive impairment in prospective study. The study was a prospective cohort study design on 110 subjects with sampling conducted by purposive sampling based on the criteria of having normal cognitive, education more than 9 years and aged over 60 years. The study based from the Atma Jaya Active Aging Research in Penjaringan, Cideng dan Cengkareng in 2014-2015 as the study baseline. The cognitive function was re-examined after a follow up 2.5-year. Subjects identified cognitive impairment if had MMSE score less than 24. Our study found that 16.4% subjects was cognitive impairment with mean of age 68.6±6.3 years, and 63 (57.3%) female. Lower Instrumental Activity of Daily Living score at baseline predicted cognitive impairment at the present (13.9±2.6vs15.3±1.4; p-value< 0.001). Multivariat analyses using regression logistic showed that lower IADL score predicting 1.47 more likely to progress cognitive impairment in elderly after follow up 2.5 years. Conclusion: Lower of IADL score found as a risk factor of worse cognitive funtion in elderly after 2.5-year prospective study.Keywords: activity-daily living, cognitive impairment, elderly, prosepective.