
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU DAN ANAK DENGAN PERKEMBANGAN BALITA DENGAN RIWAYAT ASFIKSIA NEONATURUM DI PUSKESMAS MAKASAR JAKARTA TIMUR
Author(s) -
Wiwit Wijayanti,
Nani Hendriani
Publication year - 2020
Publication title -
jurnal publikasi kesehatan masyarakat indonesia
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2581-0901
pISSN - 2407-1625
DOI - 10.20527/jpkmi.v6i3.8181
Subject(s) - medicine , gynecology
ABSTRAKIndonesia merupakan negara dengan AKB (Angka Kematian Bayi) dengan angka asfiksia tertinggi kelima untuk negara ASEAN pada tahun 2011 yaitu 35/1000 (1). Komplikasi jangka pendek Asfiksia berupa disfungsi multiorgan, komplikasi jangka panjang adalah kelainan neurologi dan keterlambatan perkembangan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui fakor yang berhubungan dengan perkembangan balita dengan Riwayat Asfiksia Neonaturum. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan selama 6 bulan. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh balita yang berkunjung ke poli MTBS di Puskesmas kecamatan Makasar, Jakarta Timur dan mengalami asfiksia neonaturum. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan sampel minimal 31 reponden, adapun analisis data menggunakan regresi logistik. Instrumen penelitian dalam penelitian ini menggunakan modifikasi KPSP (Kuesioner praskrning Perkembangan) serta pemeriksaan langsung sesuai petunjuk KPSP. Hasil penelitian membuktikan bahwa dari 31 responden terdapat 10 responden (32,3%) yang mengalami perkembangan tidak sesuai, sedangkan yang 21 responden (67,7%) perkembanganya sesuai. Faktor-faktor yang berhubungan perkembangan balita dengan riwayat asfiksia neonaturum adalah karakteristik anak meliputi berat badan lahir dengan p-value= 0.006 dan OR 14.2, usia gestasi p-value= 0,027 dan OR 9,2 serta jenis kelamin p-value= 0,021 dan OR 7,5. Karakteristik orang tua tidak ada hubungan yang bermakna dengan perkembangan anak. Variabel yang paling dominan dalam perkembangan balita dengan riwayat asfiksia neonaturum adalah Usia gestasi dengan OR 5,2 yang berarti bahwa balita yang dilahirkan dengan usia gestasi aterm (37-42 minggu) memiliki peluang 5,2 kali memiliki anak dengan perkembangan yang sesuai dibandingkan dengan anak yang lahir dengan usia gestasi >36 minggu. Rekomendasi Untuk orang tua yang memiliki anak dengan riwayat lahir asfiksia neonaturum agar lebih memperhatikan tumbuh kembang anaknya sehingga dapat mendeteksi jika terjadi keterlambatan.Kata-kata kunci: Asfiksia Neonaturum ABSTRACTIndonesia is a country with IMR(Infant Mortality Rate) with the highest Asphiksia rate for ASEAN Countries in 2011 which was 35/1000 (1). Short-term complications consist of multiple dysfunction, longterm complications are neurogical abnormalities and developmental delay. The purpose of this study was to determine factors related to the development of toddlers with asphyxia neonaturum history. This research is a quantitative analytic study conducted for 6 months. The population of this study was all children under five who visited MTBS at the Makasar sub district Puskesmas, East Jakarta and wewr asphyxia neonaturum sampling using a total sampling technique with a sample of at least 31 responden. The result of the study prove that 31 respondents there werw 10 respondents (32,3%) who used the development is not appropriate, while the 21 respondents (67,7%) development accordingly. Factors related to toddlers development with asphyxia neonaturum statistic are the characteristics of children containing birth weight with p-value= 0,006 and OR 14,2 gestational age p-value= 0,027 and OR 9,2 and gender p-value= 0,021 and OR 7,5. Characteristics of parents have nothing to do with child development. The most dominant variable in todder development with asphyxia neonaturum statistics is gestational age with OR 5,2 which means toddlers who are supported by term gestational age (37-42 weeks) have a 5.2 –fold chance of child development according to the development according to the child who are born with & gt; 36 weeks gestation. Recommendations for parents who have children with asphysia neonaturum birth collections to pay more attention to growth and development.Keyword : Asphyxia neonaturum