
KAJIAN POTENSI DAN PENGEMBANGAN PENGUSAHAAN ARANG KAYU DI DESA RANGGANG LUAR KECAMATAN TAKISUNG KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Author(s) -
Zainal Abidin,
Ahmad Jauhari,
Muhammad Hafizh Afriza
Publication year - 2018
Publication title -
jurnal hutan tropis
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2337-7992
pISSN - 2337-7771
DOI - 10.20527/jht.v6i2.5398
Subject(s) - charcoal , forestry , nonprobability sampling , agricultural science , geography , kiln , humanities , pulp and paper industry , business , engineering , environmental science , art , archaeology , population , sociology , materials science , demography , metallurgy
The objectives of this study were to inventory the number of charcoal kiln and the people who work on it. Knowing the factors of production business of making charcoal contained in Ranggang Luar Village, which included: raw materials, technology, manufacturing and yield, and provide a policy direction to the sustainability of wood charcoal business. Determination of the sample interviews to obtain a detailed profile related to utilization of wood charcoal is purposive sampling which was chosen first on a charcoal maker community. Sample of the respondents for interviews taken from the relevant authorities, village’s chief and purposively of the number of households (families) in the village of charcoal maker in every RT.Ranggang Luar Community who has the business of wood charcoal is numbered 98 people. Charcoal kilns spread almost evenly on Ranggang Luar Village, the number of furnace reached 478 pieces. The size of kiln in Ranggang Luar Village is 4.5 m in circumferenceand 2.5 m in high. The capacity of kilnand production of charcoalwere 15 tonnesand 3.05 tonnes, respectivelywith the average of yield was20.3%.Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisir jumlah dapur arang serta masyarakat yang mengusahakannya. Mengetahui faktor produksi usaha pembuatan arang kayu yang terdapat di Desa Ranggang Luar, yang meliputi: bahan baku, teknologi, pembuatan dan rendemen dan memberikan suatu arah kebijakan untuk keberlanjutan usaha arang kayu.Penentuan sampel wawancara untuk mendapatkan profil detail terkait pengusahaan arang kayu dilakukan secara purposive sampling dimana dipilih terlebih dahulu pada masyarakat pembuat arang kayu. Sampel responden untuk wawancara diambil dari instansi terkait, kepala desa dan secara purposive dari jumlah kepala keluarga (KK) pembuat arang di desa pada setiap RT. Masyarakat Desa Ranggang Luar yang menjadi pengusaha arang kayu adalah berjumlah 98 orang. Terlihat tungku arang menyebar hampir merata pada Desa Ranggang Luar, banyaknya tungku mencapai 478 buah. Ukuran keliling tobong yang digunakan pada Desa Ranggang Luar 4,5 m dengan tinggi 2,5 m. Kapasitas muat kayu (bahan baku) untuk tobong yang digunakan dan rata – rata akan menghasilkan arang secara berurutansebanyak 15 ton dan 3,05 ton arang, dengan rata – rata rendemen dari satu dapur arang sebanyak 20,3 %.