
NILAI BUDAYA DALAM TRADISI LISAN PERNIKAHAN ADAT DAYAK MAANYAN DI KALIMANTAN TENGAH (CULTURAL VALUE IN ORAL TRADITION OF DAYAK MAANYAN CUSTOMARY MARRIAGE IN CENTRAL KALIMANTAN
Author(s) -
Lelay Nangkai Puji
Publication year - 2018
Publication title -
jurnal bahasa, sastra, dan pembelajarannya (jbsp)
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2580-5932
pISSN - 2089-0117
DOI - 10.20527/jbsp.v8i1.4815
Subject(s) - value (mathematics) , relation (database) , sociology , cultural heritage , documentation , anthropology , law , ethnology , political science , database , machine learning , computer science , programming language
Cultural Value in Oral Tradition of Dayak Maanyan Customary Marriage in Central Kalimantan.The aim of this study is to describe the implementation and the cultural values of Dayak Maanyancustomary marriage which is one of the oral tradition form of heritage in a complete processionway. This research uses descriptive qualitative method. The interactive model analysis is carriedout from the data collection, data reduction, and data verification. The research sites are located inPalangka Raya and Buntok. This research is conducted by collecting information about customarymarriage either directly or indirectly from other documents. The research data is extracted from;Interviews with three speakers who are traditional leaders in their area, with supervision, observation,and documentation. The implementation of Dayak Maanyan customary marriage consists of (1) NatasBanjang, (2) The customary law fulfillment, (3) I Wurung Jue, (4) I Gunung Pirak, and (5) Turus Tajak.The cultural value in Natas Banjang is about the relation between human and God, nature, other people,and human itself. The cultural value in customary law fulfillment is about human relation to societyand others. The cultural value in I Wurung Jue is about human relation with nature, human itself andother people. The cultural value in I Gunung Pirak is about human relation with God, nature, societyand human itself. The cultural value in Turus Tajak is about human relation with God, society and otherpeople.Key words: cultural value, oral tradition, customary marriage, dayak maanyanAbstrakNilai Budaya dalam Tradisi Lisan Pernikahan Adat Dayak Maanyan di Kalimantan Tengah.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pernikahan dan mengungkapkan nilaibudaya dalam perkawinan adat Dayak Maanyan yang merupakan salah satu bentuk tradisi lisanwarisan leluhur dengan secara lengkap. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif.Analisis model interaktif dilaksanakan mulai dari tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajiandata, penyimpulan data, dan verifikasi data. Lokasi penelitian berada di Palangka Raya dan Buntok.Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan informasi tentang pernikahan adat baik secara langsung102maupun tidak langsung dari dokumen yang lain. Data penelitian digali dari wawancara dengan tigaorang narasumber yang merupakan tokoh adat di wilayahnya, melalui pengamatan, observasi, dandokumentasi. Pelaksanaan perkawinan adat Dayak Maanyan terdiri dari prosesi (1) Natas Banjang,(2) Pemenuhan hukum adat, (3) I Wurung Jue, (4) I Gunung Pirak, dan (5) Turus Tajak. Adapunnilai budaya yang terkandung dalam natas banjang, yaitu tentang hubungan manusia: dengan Tuhan,dengan alam, dengan manusia, dan dengan diri sendiri, dalam pemenuhan hukum adat, yaitu tentanghubungan manusia: dengan masyarakat, dengan manusia, dan dengan diri sendiri, dalam I wurungjue, yaitu tentang hubungan manusia: dengan alam, dengan masyarakat, dan dengan manusia, dalamI gunung pirak, yaitu tentang hubungan manusia: dengan Tuhan dan dengan diri sendiri, dan dalamturus tajak, yaitu tentang hubungan manusia dengan manusia.Kata-kata kunci: nilai budaya, tradisi lisan, pernikahan adat, dayak maanyan