z-logo
open-access-imgOpen Access
PERSUASIF PADA TUTURAN NADIEM MAKARIM (MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN) DALAM MENYAMPAIKAN KEBIJAKAN (PERSUASIVE SPEECH OF NADIEM MAKARIM (MINISTER OF EDUCATION AND CULTURE) IN DELIVERING POLICY)
Author(s) -
Noranisa Noranisa
Publication year - 2021
Publication title -
jurnal bahasa, sastra, dan pembelajarannya (jbsp)
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2580-5932
pISSN - 2089-0117
DOI - 10.20527/jbsp.v11i1.10564
Subject(s) - psychology , documentation , relation (database) , political science , pedagogy , linguistics , sociology , computer science , philosophy , programming language , database
Persuasive Speech of Nadiem Makarim (Minister of Education and Culture) in Delivering Policy. This study aims to describe the persuasive speech forms and persuasive patterns in the speeches of the Minister of Education and Culture in delivering policies. This research use a qualitative approach and descriptive method. Data collected by documentation techniques. The data obtained from this study in the form of words or series of words referring to persuasive speech. Data sources are twenty videos of the Minister of Education and Culture. The results showed that the forms of persuasive speeches delivered by the Minister of Education and Culture when delivering policies, are: (a) persuasive speech when inviting; (b) persuasive speech when giving mandatory; (c) persuasive speech when persuading; (d) persuasive speech when convincing and (e) persuasive speech when suggesting to the audience. Based on these forms of speech, the forms of a persuasive speech for inviting and persuading are more frequently used by the Minister of Education and Culture. The patterns in persuasive speeches spoken by the Minister of Education and Culture include (a) patterns of problem-solving in relation to the policy of free learning; (b) the causal pattern in relation to the causes of Indonesia being unable to progress and to the plan of 100 days; (c) the pros and cons patterns in relation to the impact of technological development; and (e) the patterns of motived orders in relation to attracting and focusing the attention of youth, as well as satisfying the motivational needs of youth regarding success. Based on these persuasive speech patterns, patterns of problem-solving and those of the motived orders are widely used by the Minister of Education and Culture to convince the public when delivering their programs. Keywords: speech forms, patterns, persuasifonAbstrak Persuasif pada Tuturan Nadiem Makarim (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) dalam Menyampaikan Kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk tuturan persuasif dan pola-pola persuasif pada tuturan menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam menyampaikan kebijakan.. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Data yang diperoleh dari penelitian ini berupa kata atau rangkaian kata yang menjadi tuturan persuasif. Sumber data diperoleh dari dua puluh video menteri pendidikan dan kebudayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk tuturan persuasif yang terdapat pada tuturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam menyampaikan kebijakan, yakni: (a) tuturan persuasif yang bersifat mengajak; (b) tuturan persuasif yang bersifat perintah; (c) tuturan persuasif yang bersifat bujukan; (d) tuturan persuasif yang bersifat meyakinkan serta (e) tuturan persuasif yang bersifat saran. Berdasarkan bentukbentuk tuturan tersebut, bentuk tuturan yang lebih banyak digunakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan adalah bentuk tuturan persuasif yang bersifat mengajak dan membujuk. Pola-pola dalam pidato persuasif yang dituturkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan meliputi: (a) pola pemecahan masalah, berupa kebijakan merdeka belajar; (b) pola sebab-akibat berupa penyebab Indonesia tidak bisa maju dan rencana 100 hari; (c) pola pro-kontra berupa dampak perkembangan teknologi, serta (e) pola urutan bermotif berupa menarik dan memusatkan perhatian pemuda, serta pemuasan kebutuhan motivasional pemuda mengenai kesuksesan. Berdasarkan pola-pola pidato persuasif tersebut, pola persuasif yang banyak digunakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk meyakinkan masyarakat ketika menyampaikan program-programnya adalah pola pemecahan masalah dan pola urutan bermotif. Kata-kata kunci: bentuk tuturan, pola, persuasif

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here