
Intensi RRC menjadi Adidaya
Author(s) -
I Basis Susilo
Publication year - 2017
Publication title -
global strategis
Language(s) - Portuguese
Resource type - Journals
ISSN - 2442-9600
DOI - 10.20473/jgs.10.1.2016.95-108
Subject(s) - physics
Artikel ini membahas keinginan RRC untuk menjadi adidaya pada abad ke-21 dan mengalahkan AS. Setelah Perang Dingin berakhir, sistem bipolar diganti oleh sistem unipolar, di mana AS sebagai adidaya satu-satunya secara sepihak mengontrol dinamika politik internasional. Para ilmuwan sepakat bahwa unipolaritas itu bersifat sementara, yang akan diganti oleh bipolaritas atau multipolaritas. Salah satu ahli, Christopher Lyane, memprediksi bahwa unipolaritas itu berakhir pada tahun 2010. Makalah ini berasumsi bahwa RRC paling potensial menjadi adidaya menggantikan AS pada abad ke-21 dan bahwa intensitas dan kapasitas adalah dua faktor komplementer yang mendorong proses itu. Makalah ini menemukan bahwa RRC belum menjadi adidaya sampai sekarang, karena memang tidak ada bukti adanya intensitas para pemimpin RRC yang menargetkan RRC menjadi adidaya pada tahun 2015 ini. Para pemimpin RRC memang punya intensitas untuk menjadi adidaya dan mengalahkan AS, tetapi targetnya tidak secepat prediksi Lyane. Ada dua target, yaitu tahun 2049 dan 2100, yang diupayakan oleh semua pemimpin tertinggi RRC.