
Pengelolaan Sampah Terpadu Pulau Kodingareng Lompo Melalui Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Dan Pemberdayaan Masyarakat
Author(s) -
Muhammad Syahid
Publication year - 2019
Publication title -
warta pengabdian
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2655-7509
pISSN - 1410-2161
DOI - 10.19184/wrtp.v12i3.8769
Subject(s) - physics , humanities , art
Pulau kodingareng lompo dengan jumlah penduduk 4170 jiwa belum memiliki sistem pengelolaan sampah yang baik, sehingga sampah masih banyak yang dibuang kelaut. Sampah masih dibiarkan tertimbun dibelakang rumah warga di pinggir pantai, baik sampah organic maupun anorganik. Kesadaran warga akan pentingnya kebersihan dan kesehatan masih rendah, masih ada sebagian warga yang tidak memiliki WC dan membuang air besar dilaut. Padahal Pulau ini memiliki pasir putih yang cantik sehingga berpotensi untuk menjadi destinasi wisata. Tujuan dari Program KKN PPM Dikti yang dilaksanakan pada tanggal 4 juli -4 Agustus 2018 di Pulau Kodingareng Lompo adalah untuk meningkatkan kesadaran warga untuk tidak membuang sampah dilaut, memiliki kesadaran pola hidup sehat dan bersih dan mampu mengelola sampahnya baik sampah organic dan non organic. Program ini terdiri dari tiga garis besar kegiatan yaitu pemilahan dan pengolahan sampah, pembangunan incinerator ramah lingkungan dan penyuluhan hidup bersih dan sehat. Pengolahan sampah secara terpadu meliputi pemilahan dari rumah tangga antara sampah organik dan non organik, pembuatan kompos untuk sampah organic, daur ulang sampah non organik yang masih bisa dimanfaatkan dan pembakaran sampah dengan menggunakan incinerator ramah lingkungan. Solusi Incenerator ramah lingkungan dibutuhkan karena sulitnya membawa sampah yang ada dipulau ke tempat pembuangan akhir sampah kota Makassar. Penyuluhan Hidup sehat dan Bersih diberikan langsung ke setiap rumah tangga dan anak-anak sekolah.. Setelah program berakhir terlihat ada perubahan pola pikir dan perilaku dari warga.
Kata Kunci: Manajemen Sampah, Incinerator ramah lingkungan, Pulau Kodingareng