z-logo
open-access-imgOpen Access
Makna Tari Sada-Sabai Dalam Upacara Pernikahan Masyarakat Komering Martapura, OKU Timur
Author(s) -
Indah Pebriyanti
Publication year - 2022
Publication title -
tanjak
Language(s) - Bosnian
Resource type - Journals
ISSN - 2774-5392
DOI - 10.19109/tanjak.v2i1.11976
Subject(s) - humanities , art
Indonesia merupakan salah satu Negara dengan banyak ragam budaya maupun adat istiadat didalamnya. Salah satunya, Tari Sada Sabay yang merupakan salah satu tarian khas Suku Komering yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan. Tarian ini dilaksanakan ketika upacara pernikahan berlangsung, tarian ini tidak hanya dilakukan ketika sesama suku Komering yang menikah. Tari Sada Sabay tetap dilaksanakan dalam tiga kondisi pernikahan yakni perempuan suku Komering dengan laki-laki suku Komering, perempuan suku Komering dengan laki-laki bukan suku Komering, dan perempuan bukan suku Komering dengan laki-laki suku Komering. Tari Sada Sabay ini dilakukan pada saat acara inti dari upacara pernikahan berlangsung, tari ini dilakukan oleh kedua orang tua mempelai pengantin dan posisi pengantin dibelakang mertua masing-masing dengan posisi mengipas ke arah mertua mereka. Tari Sada Sabay ini dimaknai sebagai tari kekelurgaan, tari kebahagiaan, serta wujud rasa syukur telah mendapatkan keluarga baru dari pernikahan anak-anak mereka. Diketahui tarian ini telah dilaksanakan sejak zaman nenek moyang suku Komering terdahulu, hanya saja mengalami perubahan pada musik pengiringnya.  Dahulu musik pengiring dari tarian ini masih berupa alat musik tradisional yang bernama Kulintang, seiring perkembangan zaman tari Sada Sabay ini dilakukan dengan iringan musik orgen tunggal tetapi masih ada dibeberapa tempat yang melaksanakan tari Sada Sabay ini dengan  iringan musik tradisional Kulintang.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here