
INTERNALISASI SIKAP KEBERAGAMAAN SEJAK ANAK USIA DINI
Author(s) -
Ismail Ismail,
Fahmi Fahmi
Publication year - 2017
Publication title -
raudhatul athfal
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
eISSN - 2654-9476
pISSN - 2581-2793
DOI - 10.19109/ra.v1i1.1473
Subject(s) - humanities , physics , philosophy
Anak di usia dini merupakan bagian yang sangat berharga, oleh karena itu diistilahkan dengan masa keemasan (golden age), masa ini tidak akan terulang untuk kedua kalinya. Tulisan ini membahas mengenai bagaimana internalisasi sikap keberagamaan yang harus kita berikan sejak anak berusia dini (usia 0-6 tahun). Karena dalam usia ini, kita dapat menanamkan nilai-nilai keimanan (tauhid), nilai ibadah dan juga nilai-nilai akhlak. Nilai-nilai tersebut jika diinternalisasikan sejak anak berusia dini, maka akan menjadi bekal bagi pertumbuhan dan perkembangan anak kelaknya. Karena nilai-nilai tersebut dapat membentuk sikap keberagamaan yang sesuai dengan nilai-nilai dasar Islam. Pendidikan Islam mampu melahirkan sikap keberagamaan dalam diri anak sejak usia dini, jika diinternalisasikan secara berkelanjutan. Karena pendidikan Islam merupakan sistem pendidikan yang menuntut untuk melatih anak didik agar memiliki nilai dan kepribadian yang sesuai dengan tuntutan agama