
Laporan Kasus: Menangani Penyakit Ginjal Kronis pada Anjing Peranakan Pomeranian
Author(s) -
Gusti Ayu Putu Indira Pradnyani,
Sri Kayati Widiastuti,
I Gusti Made Krisna Erawan
Publication year - 2021
Publication title -
indonesia medicus veterinus
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2477-6637
pISSN - 2301-7848
DOI - 10.19087/imv.2021.10.3.517
Subject(s) - medicine , gynecology
Penyakit ginjal kronis atau Chronic Kidney Disease (CKD) adalah gangguan fungsi ginjal yang bersifat progresif dan irreversible. Seekor anjing peranakan pPomeranian Mix bernama Kitty, berumur 10 tahun, jenis kelamin betina diperiksa di Klinik Hewan Sunset Vet Bali. Anjing kasus memiliki riwayat gangguan jantung dan hati. Anjing kasus kembali datang ke klinik diduga mengalami gangguan ginjal. Anjing kasus mengalami poliuria, muntah, anoreksia, diare dan lethargy. Anjing kasus juga mengalami penurunan berat badan setiap bulannya. Pada pemeriksaan fisik ditemukan Body Condition Score (BCS) yaitu 5/9, frekuensi napas 60 kalix/menit, frekuensi detak nyut jantung 150 kalix/menit (takikardia), auskultasi jantung terdengar suara bising-bising/murmur jantung. Pemeriksaan hematologi rutin menunjukkan anjing kasus mengalami polisitemia dan mengalami kelainan morfologi eritrosit yaitu mikrositik. Pada pemeriksaan biokimia serum terjadi peningkatan kadar Blood Urea Nitrogen, kreatinin, fosfat, globulin dan penurunan kadar kalsium dan natrium. Pada pemeriksaan berat jenis urin diperoleh hasil 1,015 dan pemeriksaan Symmetric Dimethylarginine (SDMA) diperoleh hasil 15 μg/dL. Terapi dilakukan dengan diet, terapi cairan, maropitant, furosemide, ipakitine powder, enalapril dan kalsium glukonat. Setelah dirawat selama lima hari anjing kasus menunjukkan kondisi yang lebih baik, yaitu tidak adanya muntah, anjing kasus mulai responsif dan tidak ada diare. Pada hari ke-10 dilakukan beberapa parameter pengujian serum biokimia darah meliputi pemeriksaan kadar BUN mengalami penurunan dari pemeriksaan awal walau pun masih di atas normal, sedangkan kadar kreatinin, fosfat dan kalsium berada pada rentangan nilai normal.