z-logo
open-access-imgOpen Access
Studi Respirasi Belimbing Wuluh Menggunakan Modifikasi Udara Pasif
Author(s) -
Kurniawan Yuniarto
Publication year - 2021
Publication title -
jurnal keteknikan pertanian
Language(s) - Slovenian
Resource type - Journals
eISSN - 2407-0475
pISSN - 2338-8439
DOI - 10.19028/jtep.09.2.57-64
Subject(s) - horticulture , chemistry , food science , zoology , biology
Penyimpanan bahan pangan pertanian secara modifikasi udara pasif cukup populer sebagai metode penyimpanan buah dan sayur segar. Modifikasi udara pasif menghasilkan komposisi alami udara di dalam ruangan karena adanya aktivitas respirasi aerobik yang berdampak kepada kematangan dan umur simpan. Pengukuran data-data aktivitas respirasi belimbing wuluh secara aerobik dapat digunakan untuk menghitung laju respirasi dan penggunaan substrat. Perubahan metabolisme belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi Linn) setelah panen di ukur aktivitas repirasi aerobiknya di dalam toples kedap udara selama 24 jam menggunakan sensor gas oksigen berbasis zirconium dan infrared. Pelepasan panas dan uap air di rekam menggunakan logger suhu dan kelembaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan respirasi paling cepat pada periode 1 jam penyimpanan dengan nilai laju repirasi oksigen (RO2) 28,60 ml [O2] kg-1 jam-1 dan laju respirasi karbondioksida (RCO2) 56,64 ml [CO2] kg-1 jam-1. Nilai respiratory quotient (RQ) diatas 1,0 menunjukkan respirasi menggunakan substrat asam organik. Substrat respirasi terhitung sebagai total asam diperoleh laju rerata konsumsi 0,03 mg equivalen/100 g dan susut bobot rata-rata 0,04%. Hasil uji empiris penyimpanan belimbing wuluh sampai periode 24 jam masuk dalam kategori sour-unripe dan menggunakan regresi eksponansial dapat diperoleh perubahan kematangan belimbing wuluh menjadi kategori sour-ripe akan didapatkan setelah periode penyimpanan mencapai 37 jam.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here