
Keutamaan Bekerja (Berproduksi) dalam Islam
Author(s) -
Sri Anafarhanah
Publication year - 2017
Publication title -
alhadharah/alhadharah : jurnal ilmu dakwah
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2579-986X
pISSN - 1412-9515
DOI - 10.18592/alhadharah.v15i30.1208
Subject(s) - humanities , political science , business administration , agricultural science , business , art , biology
Work is the main pillar in production. Working as a production factor has a great meaning. Since all the natural wealth is useless if it is not exploited by humans and processed by workers. Nature has provided untold wealth, but without human effort will all be retained. Islam encourages Muslims to produce and play a role in various forms of economic activity in the form of agriculture, plantation, fishery, industry, and trade. By working person will be able to produce goods and services, and by the way as it did the workers will earn money so that they can meet their needs and their families. In addition, the work (production) someone will be spared of action beg.Bekerja merupakan sendi utama dalam produksi. Bekerja sebagai faktor produksi mempunyai arti yang besar. Karena semua kekayaan alam tidak berguna bila tidak dieksploitasi oleh manusia dan diolah oleh buruh (pekerja). Alam telah memberikan kekayaan yang tidak terhitung, tetapi tanpa usaha manusia semua akan tetap tersimpan. Islam menganjurkan umatnya untuk memproduksi dan berperan dalam berbagai bentuk aktifitas ekonomi baik berupa pertanian, perkebunan, perikanan, perindustrian, dan perdagangan. Dengan bekerja seseorang akan mampu menghasilkan barang dan jasa, dan dengan jalan seperti itu pula para pekerja akan mendapatkan penghasilan sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidupnya serta keluarganya. Selain itu, dengan bekerja (berproduksi) seseorang akan terhindar dari tindakan meminta-minta.