
Perancangan dan Pembuatan Propeller Perahu Nelayan Dengan Metode Investment Casting Pola Lilin dan Cetakan Pasir
Author(s) -
Andhika Krismaintya Putera,
Agus Suprihanto,
Yusuf Umardani
Publication year - 2022
Publication title -
jmpm (jurnal material dan proses manufaktur)
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2656-5897
pISSN - 2580-3271
DOI - 10.18196/jmpm.v5i2.11774
Subject(s) - physics , propeller , engineering , marine engineering
Propeller atau baling-baling adalah salah satu bagian yang penting dalam perahu nelayan. Geometri propeller yang rumit membuat proses permesinan sulit untuk dilakukan dan memerlukan banyak biaya. Tujuan penelitian Tugas Akhir ini adalah membuat propeller perahu nelayan dengan metode investment casting untuk mengurangi proses permesinan dan mendapatkan geometri produk yang akurat. Selain itu menganalisa geometri, kerataan dan cacat yang mungkin terjadi pada produk akhir pengecoran. Pemodelan dilakukan pada jenis propeller perahu nelayan yang sudah ditentukan. Cetakan master die propeller dibuat menggunakan material silicone rubber RTV 497. Cetakan investment casting yang digunakan berbahan pasir silika mesh 10 -30 dan mesh 80-100, gypsum, serta alumina. Pola lilin yang digunakan berbahan lilin parafin. Cetakan investment casting dilakukan proses sintering pada suhu 250°C selama 30 menit. Material pengecoran yang digunakan adalah aluminium paduan Al-Si yang dileburkan pada suhu 770°C. Hasil penelitian menunjukkan pada produk pengecoran ditemukan penyusutan sebesar 2.95 – 8.08 % dengan menggunakan alat ukur vernier caliper dan 2.83 – 8.34 % dengan pengukuran 3D Scan. Pada pengukuran kerataan permukaan daun propeller ditemukan perbedaan tingkat kerataan permukaan daun propeller disebabkan karena propeller coran mengalami penyusutan dan cacat kekasaran erosi. Hasil identifikasi cacat pengecoran menunjukkan pada pemeriksaan visual ditemukan cacat ekor tikus, sirip, lubang jarum, membengkak, penetrasi logam, salah alir dan kekasaran erosi. Sedangkan pada pemeriksaan dengan cairan dye penetrant ditemukan cacat rongga penyusutan dan udara.