z-logo
open-access-imgOpen Access
Intensitas Komunikasi Berbahasa Mandarin Mahasiswa dengan Dosen Lokal dan Native
Author(s) -
Amira Eza Febrian Putri
Publication year - 2021
Publication title -
journal of language, literature, and arts
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2797-4480
pISSN - 2797-0736
DOI - 10.17977/um064v1i42021p462-473
Subject(s) - mandarin chinese , indonesian , psychology , mathematics education , pedagogy , linguistics , philosophy
 The ability to communicate in Mandarin Chinese is one of the important indicators of learning outcomes. Therefore, in addition to the learning process, communication outside the classroom should ideally also use Mandarin Chinese. This study aims to find out the intensity of speaking in Mandarin among students of Mandarin Language Education study program of Universitas Negeri Malang with local and native lecturers as well as its challenges and underlying factors. This research is descriptive quantitative with the subject of students of Mandarin Language Education study program class of 2018 offfering A and B. The Data collection is done using questionnaires. The results showed that 72.1% of students rarely use Mandarin in communicating with local lecturers. 76.7% of students prefer to ask local lecturers rather than natives. A total of 66.8% of students still use Indonesian when communicating with local lecturers, and 44.2% use mixed Indonesian and Mandarin none of whom speak Mandarin in its entirety. The results of the survey showed that this was because students found it difficult to communicate using Mandarin, students felt afraid or hesitant in using Mandarin, and students felt less confident in their Chinese language skills. Keywords: intensity, communication, Mandarin Abstrak: Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Mandarin menjadi salah satu indikator penting ketercapaian hasil belajar. Untuk itu, selain pada saat proses pembelajaran, komunikasi di luar kelas idealnya juga harus menggunakan bahasa Mandarin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas komunikasi berbahasa Mandarin mahasiswa program studi pendidikan bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang dengan dosen lokal dan native serta faktor hambatan yang mempengaruhinya. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif deskriptif dengan subjek mahasiswa program studi pendidikan bahasa Mandarin angkatan 2018 offering A dan B. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan 72,1% mahasiswa jarang menggunakan bahasa Mandarin dalam berkomunikasi dengan dosen lokal. 76,7% mahasiswa lebih memilih bertanya pada dosen lokal daripada native. Sebanyak 66,8% mahasiswa masih menggunakan bahasa Indonesia saat berkomunikasi dengan dosen lokal, dan 44,2% menggunakan bahasa campuran Indonesia dan Mandarin, tidak ada yang menggunakan bahasa Mandarin secara utuh. Hasil angket menunjukkan hal ini disebabkan mahasiswa merasa kesulitan dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Mandarin, mahasiswa merasa takut atau ragu dalam menggunakan bahasa Mandarin, dan mahasiswa merasa kurang yakin dengan kemampuan berbahasa Mandarin yang dimiliki. Kata kunci: intensitas, komunikasi, bahasa Mandarin

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here