z-logo
open-access-imgOpen Access
Strategi Diponegoro dalam menggerakkan semangat jihad masyarakat Islam di Jawa
Author(s) -
Nukman Nukman,
Lutfiah Ayundasari
Publication year - 2021
Publication title -
jurnal integrasi dan harmoni inovatif ilmu-ilmu sosial
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2797-0132
DOI - 10.17977/um063v1i3p368-378
Subject(s) - islam , political science , humanities , art , theology , philosophy
One of the wars that was enough to make the Netherlands Indies Government change its war strategy and tactics to deal with resistance in Java, the Diponegoro War or often known as the Java War. This war involved almost all of the Land of Java, especially Central Java and East Java. The Participation of many Javanese people can’t be separated from the role of Prince Diponegoro in winning the hegemony over the Javanese people, especially people who embrance Islam resulting in a war within five years. The method used in this research is library research. The result of this research is that prince Diponegoro conveyed his ideas, ideas and knowledge to the public through the Islamic community, especially from the students, to call for the spirit of Jihad fi Sabilillah. The war banner he carried was also based on Islamic laws and wanted to establish an Islamic state (Balad al Islam). Salah satu perang yang cukup membuat pemerintah Hindia Belanda merubah strategi dan taktik untuk menghadapi perlawanan di Jawa, Perang Diponegoro atau sering dikenal dengan Perang Jawa. Perang ini melibatkan hampir seluruh Tanah Jawa terutama Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ikut andilnya masyarakat Jawa yang banyak tidak lepas dari peran Pangeran Diponegoro dalam memenangkan Hegemoni atas masyarakat Jawa, terutama masyarakat yang memeluk agama Islam sehingga mengakibatkan perang dalam kurun waktu lima tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research. Hasil dari penelitian ini adalah pangeran Diponegoro menyampaikan sebuah gagasan, ide dan pengetahuannya kepada masyarakat melalui komunitas Islam, terutama dari kalangan santri untuk menyerukan semangat Jihad fi Sabilillah. Panji perang yang diusungnya pun juga berlandaskan pada hukum-hukum Islam dan ingin mendirikann suatu negara Islam (Balad al Islam).

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here