z-logo
open-access-imgOpen Access
Peningkatan Nilai Protein dan Serat pada Pengembangan Boba Substitusi Biji Labu Kuning
Author(s) -
Alinda Rahmani,
Supriyadi Supriyadi,
Septa Katmawanti
Publication year - 2021
Publication title -
sport science and health
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2715-3886
DOI - 10.17977/um062v3i92021p675-682
Subject(s) - cucurbita moschata , food science , obesity , sugar , population , pumpkin seed , fiber , overweight , chemistry , biology , mathematics , medicine , alternative medicine , environmental health , organic chemistry , pathology , endocrinology
Obesity or being overweight is a risk factor for degenerative diseases. Excess sugar consumption is one of the factors causing obesity. 11.8 percent of Indonesians consume sugar in an amount greater than 50gr / person / day. The young adult age group (greater than 19 years) is the proportion of the population who consume the most excess sugar with a percentage of greater than 13 percent. Cucurbita moschata seeds or commonly known as pumpkin, contain high fiber, protein, and mineral and antioxidant content. This study aims to develop a boba formulation with pumpkin seed flour substitution, and to find out the levels of protein and fiber contained in it, with the hope of increasing daily intake of fiber and protein, which are important nutrients in the management of obesity, as well as an alternative sweet drinks topping that have more nutritional value. This research is an experimental study using a completely randomized research design (CRD), with 2 repetition. ANOVA test results showed a significant difference in both the protein content with a p-value of 0.001 and also the fiber content with a p-value of 0.000 between boba and pumpkin seed flour substitution with boba formulation without pumpkin seed flour substitution. The higher the pumpkin flour substitution formulation added, the greater the protein and fiber content from boba. The 30 percent substitute boba formulation with pumpkin seed flour had the highest protein (4.95 percent) and fiber (7.7 percent) content compared to other formulations. This is because pumpkin seeds have a high protein and fiber content. Abstrak: Obesitas atau kelebihan berat badan merupakan salah satu faktor risiko penyakit degeneratif. Konsumsi gula berlebih merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya obesitas. Sebesar 11,8 persen masyarakat Indonesia mengonsumsi gula dengan jumlah lebih besar dari 50 gr/orang/hari. , kelompok umur dewasa muda ( lebih besar dari 19 tahun) merupakan proporsi penduduk yang paling banyak mengonsumsi gula berlebih dengan persentase lebih besar dari 13 persen. Biji Cucurbita moschata atau biasa dikenal sebagai labu kuning, memiliki kandungan serat, protein, dan kadar mineral serta antioksidan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi boba dengan substitusi tepung biji labu kuning, dan mengetahui kadar protein dan serat yang terkandung di dalamnya, dengan harapan dapat meningkatkan asupan serat dan protein harian yang merupakan zat gizi penting dalam tata laksana kejadian obesitas, serta sebagai alternatif topping minuman manis yang memiliki nilai gizi lebih. Penelitian merupakan studi eksperimental menggunakan rancangan penelitian acak lengkap (RAL), dengan pengulangan sebanyak 2 kali. Hasil Uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan baik dari dari kadar protein dengan p-value 0.001 dan juga kadar serat dengan p-value 0.000 antara boba dengan substitusi tepung biji labu kuning dengan formulasi boba tanpa substitusi tepung biji labu kuning Formulasi boba substitusi tepung biji labu kuning 30 persen memiliki kadar protein (4.95 persen) dan serat (7.7 persen) paling tinggi dibandingkan formulasi lainnya. Hal ini dikarenakan biji labu kuning memiliki kandungan protein dan serat yang tinggi.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here