
Karakteristik Sarang Orangutan Sumatera (Pongo abelii Lesson 1827) di Stasiun Penelitian Soraya, Kawasan Ekosistem Leuser
Author(s) -
Mardiana Mardiana,
Erdiansyah Rahmi,
Rita Andini
Publication year - 2020
Publication title -
jurnal ilmiah mahasiswa pertanian
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2615-2878
pISSN - 2614-6053
DOI - 10.17969/jimfp.v5i3.14857
Subject(s) - biology
Abstrak. Orangutan sumatera (Pongo abelii) merupakan spesies langka yang dilindungi dan telah dimasukkan oleh International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) ke dalam kategori satwa yang berstatus krisis atau “critically endangered”. Berbagai kegiatan manusia yang menyebabkan luasan habitat orangutan terus berkurang, seperti pembalakan liar dan perambahan hutan. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk mempertahankan keberlangsungan hidup orangutan sumatera (Pongo abelii) khususnya di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) melalui penyediaan informasi mengenai karakteristik sarang orangutan sebagai acuan dalam rangka konservasi orangutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakteristik pohon sarang orangutan sumatera (Pongo abelii) di Stasiun Penelitian Soraya. Penelitian menggunakan metode transek pada tiga transek dengan panjang 1 km dan lebar (50 m ke kanan dan 50 m ke kiri). Jumlah sarang yang ditemukan adalah sebanyak 27 sarang dengan jenis pohon yang mendominasi sebagai sarang orangutan adalah pohon Streblus elongatus dan Syzigium spp. dengan jumlah masing-masing 4 pohon (15%). Rata-rata tinggi pohon sarang dari permukaan tanah adalah 17,47 m, dan tinggi sarang antara 15,25 m, tinggi pohon sarang dengan tinggi sarang memiliki hubungan yang kuat. Rata-rata diameter pohon sarang yaitu 13,37 - 35,17 cm. Semakin besar berat badan orangutan tersebut maka semakin besar pula diameter yang dipilih orangutan sebagai pohon sarang. Karakteristik sarang berdasarkan kelas sarang yang paling banyak ditemukan adalah pada kelas C (sarang sudah lama dan sebagian daun sudah layu dan hilang serta terlihat lubang-lubang kecil) yaitu sebanyak 18 sarang, sedangkan posisi yang paling banyak ditemukan adalah posisi 3 (sarang berada pada ujung atau pucuk pohon utama) dengan jumlah sebanyak 13 sarang.Characteristics of Sumatran Orangutan (Pongo abelii) Nest at the Soraya Research Station, Leuser EcosystemAbstract. Sumatran orangutan (Pongo abelii) is a rare species that is protected and has been included by the International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) in the category of critically endangered animals. Various human activities that cause the orangutan habitat area continues to decrease, such as illegal logging and forest encroachment. Therefore it is necessary to make efforts to maintain the survival of sumatran orangutans (Pongo abelii) especially in the Leuser Ecosystem (KEL) by providing information on the characteristics of orangutan nests as a reference in the conservation of orangutans. This study aims to identify and analyze the characteristics of the Sumatran orangutan nest tree (Pongo abelii) at the Soraya Research Station. The study used a transect method on three transects with a length of 1 km and width (50 m to the right and 50 m to the left). The number of nests found was as many as 27 nests with tree species that dominated as orangutan nests were Streblus elongatus and Syzigium spp. with a total of 4 trees (15%) each. The average height of the nest tree from the ground surface is 17,47 m, and the nest height is 15,25 m, the height of the nest tree with the height of the nest has a strong relationship. The average diameter of the nest tree is 13,37-35,17 cm. The greater the weight of the orangutan, the greater the diameter the orangutan chooses as a nest tree. The characteristics of nests based on the nest class most commonly found are in class C (nests are old and some leaves have withered and disappeared and there are small holes visible) as many as 18 nests, while the position most commonly found is position 3 (nest is at the end or the main tree shoots) with a total of 13 nests.