
Kitosan dari Kulit Udang sebagai Pendeteksi Borak pada Mie Basah, Formalin pada Tahu dan Merkuri pada Ikan Segar
Author(s) -
Wahyu Giatri Bharita,
Dewi Yunita,
Anshar Patria
Publication year - 2019
Publication title -
jurnal ilmiah mahasiswa pertanian
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2615-2878
pISSN - 2614-6053
DOI - 10.17969/jimfp.v4i1.6440
Subject(s) - food science , chemistry , shrimp , biology , fishery
Abstrak: Kitosan adalah turunan dari kitin yang merupakan komponen penyusun dari kulit udang. Kitosan berfungai untuk mendeteksi bahan kimia berbahaya seperti boraks, formalin dan merkuri, didasari oleh kemampuan kitosan sebagai absorben. Ekstraksi kitosan dari kulit udang dilakukan secara kimiawi dengan melibatkan beberapa proses yaitu deproteinisasi, demineralisasi, depigmentasi dan deasetilasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahuan pengaruh perbedaan jumlah kitosan (0,2 g, 0,4 g dan 0,6 g) dan perbedaan bahan kimia (boraks, formalin dan merkuri) terhadap perubahan fisik dari mie basah, tahu dan ikan segar. Hasil analisis kitosan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis menunjukkan nilai penyerapan tertinggi oleh merkuri, kedua boraks dan ketiga formalin. Analisis Lab color pada kitosan memiliki hasil yang berkesinambungan dengan nilai absorbansi kitosan. Hasil analisis pada bahan makanan mie basah, tahu dan ikan segar, perubahan terbaik diperoleh pada interaksi konsentrasi kitosan 15 g dan waktu 20 menit. Chitosan of Shirimp Shells to Detect Hazardous Chemicals in Food such as Borax of Wet Noodle, Formalin of Tofu and Mercury of Fresh Fish Abstract: Chitosan is derivative of kitin which is the constituent component of shrimp shells. Chitosan serves to detect hazardous chemicals in food such as borax, formalin and mercury, which is based on the ability of chitosan as absorbent. Chitosan extraction from shrimp shells is done chemically though several processes that are deproteinization, demineralization, depigmentation, deasetilation. The aim of this study was to analyze the effect of difference of chitosan (0.2 g, 0.4 g dan 0.6 g) and difference of chemical (borax, formalin and mercury) toward physical changes of wet noodle, tofu and fresh fish. The result of chitosan using UV-Vis Spechtrofotometer showed the highest value of absorbance is mercury, the second is borax an the third is formalin. The analyze of chitosan Lab color has the same result with chitosan absorbance. Analysis results on wet noodle, tofu and fresh fish, the best changes was obtained with inteaction treatment 15 g consentration of chitosan and 20 minutes.