
Prediksi Tingkat Bahaya Erosi di Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar
Author(s) -
M. Haris Syahputra,
M. Rusli Alibasyah,
Syakur Syakur
Publication year - 2018
Publication title -
jurnal ilmiah mahasiswa pertanian
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2615-2878
pISSN - 2614-6053
DOI - 10.17969/jimfp.v3i2.7467
Subject(s) - physics , forestry , geography
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat bahaya erosi di Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian menggunakan metode survei yang didasarkan pada hasil pengamatan di lapangan dan analisis tanah di Laboratorium. Erosi dihitung dengan menggunakan persamaan Universal Soil Loss Equation (USLE) yang dikemukakan oleh Wischmeier dan Smith pada tahun 1978. Metode USLE mengamati beberapa aspek seperti erosivitas, erodibilitas, faktor panjang dan kemiringan lereng, dan faktor pengelolaan tanaman dan tindakan konservasi. Secara garis besar penelitian ini dilaksanakan beberapa tahap yaitu, tahap persiapan, pengumpulan data, pelaksanaan lapangan dan pengambilan sampel tanah, dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di lokasi penelitian terdapat tujuh belas satuan peta lahan (SPL) dengan total luas areal 31.935,56 Hektar. Erosi aktual tertinggi dijumpai pada SPL 7 yaitu sebesar 2.699,92 ton ha-1 th-1 dan erosi aktual terendah dijumpai pada SPL 14 yaitu 0,82 ton ha-1 th-1. Erosi potensial tertinggi dijumpai pada SPL 1 yaitu sebesar 5.774,84 ton ha-1 th-1 dan erosi potensial terendah dijumpai pada SPL 16 yaitu 48,53 ton ha-1 th-1. Terdapat 5 klasifikasi tingkat bahaya erosi yaitu tingkat bahaya erosi sangat ringan (SR) pada SPL 16, tingkat bahaya erosi ringan (R) pada SPL 17, tingkat bahaya erosi sedang (S) pada SPL 10, 14, dan 15, tingkat bahaya erosi berat (B) pada SPL 4, 7, 11, 12, dan 13, dan tingkat bahaya erosi sangat berat (SB) pada SPL 1, 2, 3, 5, 6, 8, dan 9.Prediction of Erosion Hazard at Lembah Seulawah Sub-distrik Aceh BesarAbstract. This study aims to determine the level of erosion hazard in Lembah Seulawah, Aceh Besar District. The research method is used survey method based on field observation and soil analysis in the laboratory. Erosion is calculated by using the Universal Soil Loss Equation (USLE) which proposed by Wischmeier and Smith in 1978. The USLE method looked at several aspects such as erosivity, erodibility, long factor and slope, and crops management and conservation measures. In general, this research is carried out several stages, namely, preparation phase, data collection, field implementation and soil sampling, and data analysis. The results showed that in the study sites there were seventeen units of land maps (SPL) with a total area of 31,935.56 hectares. The highest actual erosion was found in SPL 7 of 2,699.92 tons ha-1 th-1 and the lowest actual erosion was found in SPL 14 of 0.82 tons ha-1 th-1. The highest potential erosion was found in SPL 1 of 5,774.84 ton ha-1 th-1 and the lowest potential erosion was found in SPL 16 of 48.53 ton ha-1 th-1. There are 5 classifications of erosion hazard level which is very light erosion (SR) on SPL 16, light erosion hazard (R) on SPL 17, moderate erosion level (S) on SPL 10, 14, and 15, (B) on SPL 4, 7, 11, 12, and 13, and very severe erosion (SB) on SPL 1, 2, 3, 5, 6, 8, and 9.