
Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Komoditi Tomat dan Cabai Merah di Kota Banda Aceh
Author(s) -
Rahmatun Fauza,
Zakiah Zakiah,
Suyanti Kasimin
Publication year - 2018
Publication title -
jurnal ilmiah mahasiswa pertanian
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2615-2878
pISSN - 2614-6053
DOI - 10.17969/jimfp.v3i2.7222
Subject(s) - consumer demand , economics , microeconomics
Abstrak. Tomat dan cabai merupakan salah satu dari sembilan bahan pokok yang dibutuhkan oleh setiap rumah tangga. Sebagian besar makanan Nusantara disajikan dengan bahan tomat dan cabai, bahkan tomat dan cabai dapat digunakan dalam kesempatan yang sama. Terjadinya fluktuasi harga pun menyebabkan ketidakstabilan ekonomi pada konsumen karena tomat dan cabai termasuk dalam sembilan bahan pokok. Konsumen membeli kebutuhannya dengan proses yang disebut dengan perilaku konsumen. Prefrensi merupakan salah satu perilaku konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis preferensi konsumen terhadap kombinasi atribut tomat dan cabai merah; serta mengetahui atribut pembelian tomat dan cabai merah yang paling diprioritaskan oleh konsumen. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai alat bantu penelitian, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis konjoin. Hasil penelitian menunjukkan buah tomat yang menjadi preferensi konsumen adalah buah tomat yang berasal dari Medan, dengan harga terendah yaitu Rp 8.000,- dengan daya tahan selama 6-9 hari dan tomat dengan tingkat kesegaran sangat segar dengan rasa buah tomat yang manis.Sedangkan cabai merah yang menjadi preferensi konsumen adalah cabai merah berjenis cabai keriting, dengan harga cabai terendah atau Rp 34.000,- dengan daya tahan cabai selama 5-6 hari dan tingkat kesegaran cabai merah sangat segar dan rasa atau tingkat kepedasan yang pedas. Adapun atribut yang paling diprioritaskan oleh konsumen terhadap tomat dan cabai merah masing-masing jenis tomat dan harga cabai merah. Analysis of Consumer Preferences Towards the Commodity Tomato and Hot Pepper in Banda Aceh