z-logo
open-access-imgOpen Access
PENGARUH KETINGGIAN TEMPAT TUMBUH DAN VARIETAS TERHADAP MUTU FISIK, DAN FISIKO-KIMIA KOPI ARABIKA GAYO (THE EFFECT OF LAND ALTITUDE AND VARIETIES ON PHYSICAL AND FISIKO-CHEMICAL QUALITY OF GAYO ARABICA COFFEE)
Author(s) -
Nur Al Qadry,
Rasdiansyah Rasdiansyah,
Yusya Abubakar
Publication year - 2017
Publication title -
jurnal ilmiah mahasiswa pertanian
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2615-2878
pISSN - 2614-6053
DOI - 10.17969/jimfp.v2i1.2256
Subject(s) - physics , horticulture , biology
Abstrak. Kopi dengan rasa yang khas akan diperoleh bila varietas tertentu ditanam pada hamparan ketinggian tertentu tanpa tercampur dengan varietas lainnya dan diolah dengan cara pengolahan basah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat tumbuh dan varietas terhadap kualitas citarasa kopi Arabika Gayo serta memetakan kualitas citarasanya berdasarkan varietas dan ketinggian tempat tumbuh. Varietas dan ketinggian tempat tumbuh kopi Arabika di Dataran Tinggi Gayo diduga mempengaruhi mutu fisik dan organoleptik kopi yang dihasilkan. Varietas kopi arabika gayo yang dijadikan sebagai sampel adalah varietas Tim-Tim (V1), Bor-Bor (V2), dan Ateng Super (V3) dan Multi Varietas (V4) yang di tanam pada tiga ketinggian tempat yang berbeda di Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, yaitu dibawah 1.100 (T1) m dpl, antara 1.100 s.d 1.500 (T2) m dpl, dan diatas 1.500 (T3) mdpl. Parameter yang diamati adalah: kualitas fisik, dan  analisis pH. Hasil analisis ukuran biji menghasilkan persentase ukuran biji besar terbanyak adalah varietas Borbor pada ketinggian tempat tumbuh diatas 1.500 mdpl yaitu 50,35 %. Dan varietas Borbor menghasilkan persentase ukuran biji yang tidak layak terkecil daripada yang lainnya. Sedangkan, varietas Ateng Super di ketinggian tempat tumbuh di bawah 1.100 m dpl menghasilkan biji yang tidak layak paling besar yaitu, 2,65 %. Hasil analisis menunjukkan biji cacat (Triage) kopi dengan varietas yang tumbuh di bawah 1.100 mdpl lebih tinggi nilai cacatnya dengan persentase 27,10% dibandingkan dengan yang tumbuh di atas 1.100 m dpl. dan kopi yang tumbuh di atas 1.500 mdpl memiliki biji cacat dengan persentase terendah (4,90 %).Abstract . Coffee with a special taste will be found if certain single variety was planted on certain  fields altitude and processed by wet  hulling. The purposed of the research this was to study the effect of coffee land altitude on quality of Gayo Arabica coffee. Varities and land altitude of arabica coffee were assumed to affect the physical quality of coffee. The sample of Gayo Arabica Coffee varieties taken were Tim-Tim (V1), Bor-Bor (V2), Ateng Super (V3), and Multi Varieties (V4) which planted  on there different altitude at Bener Meriah and Aceh Tengah District, Province of Aceh. The altitude  were under 1.100  m ASL (above sea level) (T1), between 1.100-1.500  m ASL (T2) and above 1.500 m ASL (T3). The parameters observed were; physical quality and pH. The result show that the lasgest beans size was from Bor-Bor varieties at land altitude higher than 1.500 m ASL (the percentage was 50,35). Bor-Bor varieties also had the least broken beans compared to others. Ateng Super grown on land under 1.100 m ASL had the most broke beans with of percentage 2,65. The triage of coffee varities planted on land under 1.100 m ASL  have higher triage than those planted  on land above 1.100 m ASL (the percentage was 27,10). The coffee planted on land above 1.500 m ASL show the least percentage of triage higher (the percentage was 4,90).

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here