
Prospek Pengembangan Industri Kreatif Kulit Pari sebagai Pilot Project Usaha Kecil di Daerah Istimewa Yogyakarta
Author(s) -
Meida Rositasari,
Latif Sahubawa,
Siti Ari Budhiyanti
Publication year - 2017
Publication title -
jurnal pengolahan hasil perikanan indonesia
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2354-886X
pISSN - 2303-2111
DOI - 10.17844/jphpi.v21i1.21460
Subject(s) - agricultural science , humanities , mathematics , business administration , engineering , business , art , environmental science
Industri kreatif merupakan kegiatan usaha yang fokus pada kreasi dan inovasi. Manajemen rantai pasok adalah jaringan perusahaan-perusahaan yang bekerjasama untuk menciptakan dan menghantarkan suatu produk ke tangan pemakai akhir. Penelitian bertujuan untuk mengkaji prospek pengembangan industri kreatif kulit pari di DIY sebagai pilot project usaha kecil di Indonesia.Metode pengumpulan data yang dipakai adalah observasi lapangan, wawancara dan kuesioner. Obyek penelitian adalah En’t Stingray Product, Fanri Collection dan Pari Radja. Data hasil penelitian diolah dan dianalisis dengan metode kuantitatif dan kualitatif, selanjutnya digeneralisasisecara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan baku kulit pari tersamak 75% berasal dari supplier di Yogyakarta dan tersedia secara kontinu. Sarana dan prasarana usaha pengolahan produk cukup memadai. Produk yang dihasilkan berupa dompet pria dan wanita, gantungan kunci, tas, ikat pinggang dan gelang. Jaringan pemasaran produk kulit pari En’t Stingray Product di Yogyakarta dan Jawa Tengah, Fanri Collection di Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Surabaya, Pari Radja di seluruh Indonesia, Malaysia, Singapura, Jepang dan Amerika. Kelembagaan rantai pasok produk kulit terdiri dari supplier kulit segar, supplier kulit tersamak, pengrajin, reseller, konsumen. Berdasarkan hasil analisis kelayakan finansial, diketahui bahwa NPV En’t Stingray Product yaitu Rp 75.312;Fanri Collection Rp 2.498.023; Pari RadjaRp 4.715.503 lebih besar dari nol. Prospek pengembangan industri produk kulit pari yang mencakup rantai pasok dan kelayakan usaha memberikan dampak yang positif terhadap pengembangan dan keberlanjutan usaha.