z-logo
open-access-imgOpen Access
KAJIAN PERKEMBANGAN SISTEM PETANDA PADA ARSITEKTUR DAN INTERIOR RUANG PUBLIK DI DENPASAR MENUJU DENPASAR KOTA KREATIF
Author(s) -
Ni Nyoman Sri Rahayu,
Luh Gde Niti Swari
Publication year - 2020
Publication title -
jurnal arsitektur zonasi
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2621-1610
pISSN - 2620-9934
DOI - 10.17509/jaz.v3i3.27942
Subject(s) - signage , architecture , humanities , sociology , architectural engineering , geography , art , visual arts , engineering
The conservation of cultural heritage, especially the identity of traditional architecture in the city of Denpasar, is an effort to strengthen the architectural character of Denpasar. The uniqueness of Denpasar architecture is the peciren bebadungan while the red brick pattern. This also gives an identity to the architectural fasade of Denpasar as a creative city that is appear with local traditions and culture. The signage is one of the important architectural and interior elements and becomes the vocal point. This is due to its function which is visually in front of (building facade), which functions to provide information related to the building. The research method used is descriptive-qualitative method, with the selection of objects using purposive sampling technique. The result of the research is that the signage design does not reflect the strong character of Denpasar architecture. There are two most basic things, which become the main criteria, that was the use of the peciren bebadungan (the form of a red brick pattern arranged) in such as a unique of Denpasar architecture that is different from architecture in another regencies in Bali. The second is the use of Balinese script as a local Balinese identity. These two things are what the authors prioritize in designing, so that creative signage and local wisdom is created.Keywords: signage, local genius, public space, creative city.Abstrak: Peneguhan kembali warisan budaya khususnya jatidiri arsitektur tradisional di kota Denpasar merupakan salah satu usaha untuk memperkuat karakter arsitektur Denpasar. Keunikan arsitektur kota Denpasar yang khas (peciren bebadungan berupa pola susun maju mundur material bata merah). Hal ini pula yang memberi identitas bagi wajah arsitektur kota menuju Denpasar sebagai kota kreatif yang selaras dengan tradisi dan budaya local setempat. Sistem petanda atau signage merupakan salah satu elemen arsitektur dan interior yang penting dan menjadi titik focus pengamat dan pengguna bangunan. Hal ini dikarenakan fungsinya yang secara visual berada di muka (fasade bangunan), berfungsi memberikan informasi terkait bangunan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif, dengan pemilihan objek menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian adalah desain signage belum mencerminkan karakter arsitetur Denpasar yang kuat. Terdapat dua hal yang paling mendasar, yang menjadi kriteria utama yakni penggunaan bentuk peciren bebadungan yakni bentuk pola susun maju mundur bata merah yang disusun sedemikian rupa sebagai bentuk khas Arsitektur Denpasar yang unik dan berbeda dengan Kabupaten lainnya di Bali. Yang kedua adalah penggunaan aksara Bali sebagai identitas local Bali. Dua hal ini yang penulis utamakan dalam perancangan, sehingga tercipta signage yang kreatif dan berkearifan local. Kata Kunci: sistem petanda, kearifan local, ruang public, kota kreatif.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here