
TEKNOLOGI PENANGANAN DAN PENYIMPANAN IKAN TUNA SEGAR DI ATAS KAPAL
Author(s) -
Hari Eko Irianto
Publication year - 2008
Publication title -
squalen
Language(s) - Slovenian
Resource type - Journals
SCImago Journal Rank - 0.137
H-Index - 1
eISSN - 2406-9272
pISSN - 2089-5690
DOI - 10.15578/squalen.v3i2.140
Subject(s) - physics , tuna , biology , fishery , fish <actinopterygii>
Indonesia merupakan negara produsen ikan tuna terbesar kelima di dunia. Terdapat beberapa jenis ikan tuna yang banyak diperdagangkan di pasar internasional, terutama bluefin tuna, southern bluefin tuna, bigeye tuna, yellowfin tuna, albacore, dan skipjack. Ikan tuna termasuk komoditas yang cepat mengalami proses kemunduran mutu bila tidak disimpan pada suhu rendah dan juga dapat menghasilkan senyawa histamin yang berbahaya bagi manusia yang mengkonsumsinya. Ikan tuna segar bermutu baik dapat diperoleh dengan menerapkan teknik penanganan dan penyimpanan yang benar segera setelah ikan ditangkap. Cara penanganan ikan tuna setelah ditangkap yang sering diterapkan adalah penggancoan, pendaratan ke atas kapal, pematian, perusakan saluran saraf dengan alat Taniguchi, pembuangan darah, pembuangan insang dan isi perut, pembersihan, serta penyimpanan dingin. Mutu ikan tuna dipengaruhi oleh faktor-faktor biologis dan non-biologis. Faktor-faktor biologis yang berpengaruh meliputi spesies, umur, ukuran, tingkat kematangan seksual, dan adanya parasit atau penyakit, sedangkan faktor-faktor non-biologis adalah metode penangkapan, teknik penanganan, teknik pendinginan, dan teknik penyimpanan.