
POTENSI PENGEMBANGAN EKOWISATA BAHARI BERBASIS MASYARAKAT ADAT SEBAGAI KEGIATAN EKONOMI KREATIF DI KAMPUNG MALAUMKARTA, PAPUA BARAT
Author(s) -
Riesti Triyanti,
Umi Muawanah,
Nendah Kurniasari,
Permana Ari Soejarwo,
Tommi Febrian
Publication year - 2020
Publication title -
jurnal sosial ekonomi kelautan dan perikanan
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2527-4805
pISSN - 2088-8449
DOI - 10.15578/jsekp.v1i1.8239
Subject(s) - humanities , geography , forestry , art
Kawasan pesisir Kampung Malaumkarta memiliki alam dan budaya yang berpotensi tinggi untuk dikembangkan sebagai destinasi baru ekowisata bahari di Provinsi Papua Barat, selain Raja Ampat. Namun, permasalahan yang dihadapi adalah belum adanya dukungan yang maksimal daripemerintah dalam menyediakan fasilitas penunjang dan rendahnya kualitas sumber daya manusia terkait pengetahuan tentang teknik pengemasan budaya menjadi produk kreatif. Penelitian ini bertujuanuntuk mengidentifikasi keragaan potensi alam dan budaya terkait pengembangan ekowisata bahari, menganalisis daya dukung lingkungan kawasan wisata Kampung Malaumkarta, dan mengestimasi nilaiefek pengganda yang diperoleh dari kegiatan ekowisata bahari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam dan dengan bantuan kuesioner terstruktur. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif, analisis daya dukung, dan analisis efek pengganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dukung efektif kawasan Kampung Malaumkarta sebesar 57 pengunjung per hari, dengan nilai efek pengganda sebesar 1,14-1,64. Potensi kawasan pesisir Kampung Malaumkarta yang sangat beragam baik dari alam maupun budaya, dapat memberikan dampak ekonomi secara langsung, tidak langsung, dan lanjutan sebesar Rp5.179.031.667 per tahun. Besarnya dampak ekonomi kawasan pesisir Malaumkarta dapat dijadikan dasar untuk merumuskan konsep pengembangan ekowisata bahari yang berkelanjutan denganmemperhatikan daya dukung efektif, dengan cara membuat Standar Operasional Prosedur manajemen ekowisata bahari yang melibatkan seluruh stakeholders, dengan pendekatan promosi 3A (atraksi, akses,dan akomodasi).Title: Potency of Indigenous Community Based Marine EcotourismDevelopment as a Creative Economic Activity in Malaumkarta Village, West Papua The coastal area of Malaumkarta Village has natural and cultural potential to be developed as a new destination for marine ecotourism in the West Papua Province, in addition to Raja Ampat However, the problems exist since there is less facilities and human resources knowledgeable aboutcultural transforming into creative products. The aims of this study were to identify the natural and cultural potential in association with the development of marine ecotourism, to analyze environmental supportof tourist area of Malaumkarta, and to estimate the value of multiplier effect of marine ecotourism activities. This research used mix method approach. Data were collected by in-depth interviews and structured questionnaires. The data were analyzed using descriptive, carrying capacity, and multiplier effect analysis. The results showed that the effective carrying capacity of Kampung Malaumkarta was 57 visitors per day, with a multiplier effect value of 1.14-1.64. The potential of the coastal area in Kampung Malaumkarta which is very diverse both in nature and culture, can provide direct, indirect, and continued economic impacts of IDR 5,2 billion per year. The magnitude of the economic impact of the Malaumkarta can be used as a basis for formulating the concept of sustainable marine ecotourism development by taking into account the effective carrying capacity, by making a Standard Operating Procedure for marine ecotourism management involving all stakeholders, with a 3A promotion approach (attractions, access, and accommodation)