
ANALISIS RESIKO USAHA PABRIK PAKAN IKAN MANDIRI
Author(s) -
Budi Wardono,
Rikrik Rahadian,
Tajerin Tajerin
Publication year - 2017
Publication title -
jurnal sosial ekonomi kelautan dan perikanan
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2527-4805
pISSN - 2088-8449
DOI - 10.15578/jsekp.v12i2.6478
Subject(s) - agricultural science , mathematics , zoology , biology , toxicology , business
Aspek keberlanjutan merupakan permasalahan utama dalam upaya pengembangan pabrik pakan ikan mandiri. Masih diperlukan berbagai upaya agar Program Gerakan Pakan Ikan Mandiri (GERPARI) mampu menjadi solusi kebutuhan pakan ikan. Analisis risiko merupakan salah satu upaya untuk mengetahui sejauh mana usaha pakan ikan mandiri dapat berkelanjutan. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat risiko tentang keberlanjutan usaha dengan pendekatan NPV at risk. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Desember 2016, di pabrik pakan ikan di Kabupaten Sleman dan Gunungkidul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer meliputi data usaha yaitu penyediaan bahan baku dan bahan lainnya, biaya produksi, pendapatan, sistem distribusi dan pemasaran pakan. Analisis yang digunakan adalah analisis risiko usaha dengan pendekatan NPV risk. Hasil analisis menunjukkan pada kondisi eksisting ternyata usaha pabrik pakan mandiri belum menguntungkan. Berdasarkan simulasi usaha pabrik pakan mandiri mampu memberikan keuntungan dengan syarat kontinuitas produksi dan bahan baku terpenuhi. Strategi yang dilakukan agar usaha memberikan margin positif dan NPV lebih besar dari 0, ialah menaikkan tingkat produksi dari 35% menjadi 50% dari kapasitas terpasang dan strategi kedua dengan menaikkan harga jual sebesar Rp. 500 menjadi Rp. 8.000/kg yang masih jauh dibawah harga pasaran Title: Risk Analysis of The Business Self-Sufficient Fish Feed PlantThe sustainability aspect is a major problem in the development of community-based selfsufficient fish feed plant. Various efforts are still necessary to make the self-sufficient fish feed movement program (Gerakan Pakan Ikan Mandiri/GERPARI) into a solution for the needs of fish feed. Risk analysis is one of the effort on measuring the sustainability of self-sufficient fish feed business. This research purpose was to identify the level of risk on business sustainability using the NPV at risk approach. The research was conducted in May-December 2016 at fish feed factory in Sleman and Gunungkidul regencies of Yogyakarta province. Primary and secondary data were used in this study. Primary data were in terms of raw and other materials supply, production costs, income, distribution system and marketing. Risk analysis with NPV risk approach was used in this study. Results of the study showed that fish feed business has not been profitable. Based on the simulation, self sufficient fish feed business is profitable provided that continuity of raw materials and days of production are fulfilled. Therefore, there are 2 strategies to provide positive margin and NPV greater than 0, first, increasing production rate from 35% to 50% of installed capacity, and second, increasing the selling price by Rp. 500 to Rp. 8,000/kgs which is still far below the market price.