
Karakteristik Oseanografi Laut Banda Bagian Barat Pada Musim Barat dari Data Pengukuran In-Situ 2016
Author(s) -
Khairul Amri,
Asep Ma’mun,
Muhammad Taufik
Publication year - 2021
Publication title -
jurnal kelautan dan perikanan terapan
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
ISSN - 2654-9581
DOI - 10.15578/jkpt.v4i1.9688
Subject(s) - physics , hydrology (agriculture) , geology , geotechnical engineering
Perairan Laut Banda bagian barat merupakan lokasi fishing ground potensial nelayan yang berpangkalan di Kendari dan sekitarnya. Karakteristik oseanografi perairan ini penting diketahui, terutama pada muson barat, karena masih sedikit data hasil kajian berbasis pengukuran in-situ. Penelitian ini dilaksanakan pada 4–17 Februari 2016 (akhir musim barat) dengan cruise kapal riset KR. Baruna Jaya VII-LIPI. Sampling dilakukan pada 19 stasiun oseanografi menggunakan Conductivity Temperature Depth (CTD) SBE 911 plus untuk mengukur suhu, konduktivitas, tekanan, fluorometer, turbiditas, transmisi cahaya dan oksigen terlarut (DO). Pengukuran arus permukaan menggunakan current meter type AEM-USB JFE Advantech. Pengolahan data CTD dilakukan dengan software SBE Data Processing dan analisa serta visualisasi data dilakukan menggunakan software Ocean data View (ODV). Hasil menunjukkan, secara vertikal kedalaman lapisan tercampur (mixed layer) berada sampai kedalaman 70m. Fluktuasi terbesar suhu berada pada kedalaman 125 m sebesar 20.40 oC dengan simpangan baku 1.085 oC, menunjukkan lapisan termoklin berada cukup dalam. Parameter salinitas, menunjukkan fluktuasi terbesarnya berada di kedalaman 50 m (rerata 34.27 psu dan simpangan baku 0.578 psu). Dari lapisan termoklin hingga 500 m tidak ditemukan ciri massa air bersalinitas tinggi yang berasal dari Pasifik Utara/Selatan. Kandungan oksigen maksimum berada pada isopiknal <5. Kandungan klorofil maksimum umumnya berada di sekitar isopycnal 22. Secara horizontal, nilai sebaran suhu permukaan laut (SPL) rata-rata 29.64 0C dengan pola nilai sebaran yang semakin tinggi ke arah daratan. Rata-rata salinitas permukaan 33.58 psu dengan pola makin tinggi ke arah tengah perairan. Nilai sebaran rata-rata kandungan oksigen terlarut (DO) sebesar 6.88 mg/l. Kecepatan arus permukaan berkisar 0.4–0.8 m/detik cenderung bergerak ke arah selatan, kecuali di stasiun bagian selatan Kepulauan Wakatobi arus menuju utara, terkait masih adanya pengaruh dorongan massa air dari Laut Flores. Nilai sebaran klorofil permukaan rata-rata 0.13 mg/m3 lebih rendah dibandingkan nilai rerata di perairan Indonesia pada musim barat. Pada akhir musim barat ini, tidak ditemukan adanya indikasi upwelling.