z-logo
open-access-imgOpen Access
Eskatologi Mulla Sadra: Kebangkitan setelah Kematian
Author(s) -
Rizki Rizki Supriatna
Publication year - 2020
Publication title -
jaqfi/jaqfi : jurnal aqidah dan filsafat islam
Language(s) - Uzbek
Resource type - Journals
eISSN - 2714-9420
pISSN - 2541-352X
DOI - 10.15575/jaqfi.v5i1.6329
Subject(s) - humanities , philosophy , theology
Eskatologi merupakan kajian yang paling paling penting di dunia filsafat dan teologi karena membahas tentang keyakinan kepada hal yang mistik, atau di luar nalar manusia. Akan tetapi kajian ini tetap menjadi kajian yang sangat menarik untuk dibahas apalagi pada zaman sekarang ketika manusia sudah tidak percaya lagi akan sebuah kematian dan kebangkitan. Pembahasan eskatologi ini telah berakhir dan dibakukan oleh filusuf modern yaitu Al-Ghazali dengan serangan-serangannya terhadap para filusuf dan pemikiranya yang terdapat dalam kitab Tahafut Al-Falasifah. Membuat kemunduran para pengkaji ilmu filsafat. Akan tetapi dengan kemunculan filusuf modern yaitu Mulla Sadra, dengan pemikiran-pemikiranya membuat hidup kembali kajian eskatologi dan filsafat-filsafat lain.Eskatologi merupakan ilmu yang membahas kebangkitan setelah kematian, yang mana membicarakan tentang nasib manusia setelah mati, tempat balasan, surga dan neraka dan yang lainya. Kajian eskatologi ini merupakan kajian yang harus kita ketahui, karena dalam kajian ini memahas keimanan manusia, pakah dia beriman atau mereka tidak mengimaninya. Bagi yang beriman maka akan selamat bagi yang tidak akan mendapat siksa.Eskatologi juga membahs tentang jiwa dan bentuk jiwa serta nasib jiwa, jiwa merupakan hal yang paling mendasar dalam diri manusia, karena jiwa yang menggerakan tubuh supaya dapat bergerak. Serta ketika badan ini mati, jiwa akan terus hidup dan akan menuju kesempurnaanya. Badan ini akan mengalami kehancuran tapi jiwa tetap pada keabadian, jiwa tidak mati, hancur, bahkan tidak menghilang.Jiwa ini akan mendapatkan tubuh fisik baru tetapi bukan dari pemberian atau perpindahan jiwa terhadap tubuh lain. Billa seperti itu maka itu disebut reinkarnasi. Dan reinkarnasi itu mustahil karena jiwa yang sudah mendapatkan derajat tinggi akan kembali pada derajat yang rendah, jadi tidak mungkinan reinkarniasi itu. Jiwa akan mendapatkan tubuhnya sendiri hasil dari proyeksi atau mengeluarkan jati dirinya. Dan itu dihasilkan dari kepribadian serta karakteristik-nya pada masa hidup di alam duniawi.  Manusia hidup satu kali, mati satu kali dan dibangkitkan satu kali, hidup manusia itu satu alur yaitu kedepan tidak memiliki alur lain. Dengan begituh manusia akan sampai pada bentuk kesempurnaan dan akan bertemu denganTuhanya.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here