z-logo
open-access-imgOpen Access
METODE HISAB TAKWIM TAREKAT SYATTARIYAH DI MINANGKABAU
Author(s) -
Muhammad Adiasa Rhazes Adiasa
Publication year - 2019
Publication title -
turast/turast: jurnal penelitian dan pengabdian
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
eISSN - 2685-3329
pISSN - 2354-6735
DOI - 10.15548/turast.v4i1.312
Subject(s) - humanities , mathematics , philosophy
Artikel ini berbicara mengenai metode hisab takwim yang digunakan oleh tarekat Syattariyah dalammenentukan awal bulan Hijriah. Perbedaan mendasar metode hisab takwim dengan metode yang diterapkanoleh pemerintah, NU, dan Muhammadiyah adalah metode hisab takwim ini bisa dikatakan masih sangattradisional tidak didasarkan pada perhitungan astronomis sedikitpun.Metode yang diterapkan oleh tarekat Syattariyah di Minangkabau menjadi menarik karena mereka memulaipuasa Ramadhan dan hari raya Idul Fitri selalu terlambat satu atau dua hari dari yang ditetapkan olehpemerintah, sehingga muncul anggapan bahwa metode yang digunakan Syattariyah tidak mempunyai dasar.Oleh karena itu, artikel ini ingin menelusuri metode hisab takwim tarekat Syattariyah tersebut dari segi asalusul, dasar dalil, dan metode penghitungannya yang menyebabkan keterlambatan Syattariyah dalam memulaipuasa Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here