z-logo
open-access-imgOpen Access
PERBEDAAN KONSEP PERJODOHAN ISLAM DAN REALITY TV DALAM PERSPEKTIF GLOBALISASI MEDIA
Author(s) -
Dwi Arini Yuliarti,
Tantan Hermansah
Publication year - 2021
Publication title -
virtu
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2828-2396
pISSN - 2828-237X
DOI - 10.15408/virtu.v1i2.23401
Subject(s) - islam , humanities , political science , sociology , theology , philosophy
Program Take Me Out Indonesia merupakan program adaptasi yang telah mengudara di Indonesia sejak tahun 2009 dan menjadi salah satu program reality show tersukses di Indonesia. Namun, disadari atau tidak, kehadiran program tersebut turut pula membawa ancaman hegemoni budaya Barat yang menggerus nilai-nilai budaya Islam. Di era globalisasi ini, perjodohan dijadikan komoditi yang dijual ke ranah publik melalui sebuah tayangan. Tidak sedikit dari adegan yang ditampilkan pada program ini mengesampingkan hukum syara dan berpotensi mendegradasi identitas nilai Islam. Metode penelitian menggunakan studi pustaka, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa globalisasi pada sektor media telah memberikan konsekuensi yang amat besar. Maraknya program adaptasi asing tidak lepas dari respon baik dari masyarakat. Perolehan rating dan share sebuah stasiun tv masih menjadi target utama pencapaian keuntungan perusahaan. Meskipun, apa yang dipertontonkan tidak sesuai dengan hukum Islam dan cenderung keluar dari garis batas hukum Islam. Penerapan komunikasi Islam menjadi kunci penting dakwah dalam menghadapi globalisasi Barat. Kata kunci: Globalisasi, Program Adaptasi, Media, Islam.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here