z-logo
open-access-imgOpen Access
Konsep Tafakkur Dalam Alquran Dalam Menyikapi Coronavirus Covid-19
Author(s) -
Indriya Indriya
Publication year - 2020
Publication title -
salam
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2654-9050
pISSN - 2356-1459
DOI - 10.15408/sjsbs.v7i3.15048
Subject(s) - islam , plague (disease) , afterlife , astrology , creatures , humanities , sociology , history , philosophy , natural (archaeology) , epistemology , classics , ancient history , theology , archaeology
Tafakkur in Arabic is interpreted as an act of thinking to bridge the perceptions and conceptions of this world life to the afterlife, and from creatures to their Creator, namely Allah. Tafakkur goes beyond this life to a wider region, the hereafter, and transcends the superficiality of materialism to a deeper horizon, that is "spirit" which can motivate all external and internal activities of Muslims. According to Ibn Khaldun in the book Mukadimmah has a fairly broad understanding. Education is not only a teaching and learning process that is limited by four walls, but education is a process in which humans consciously capture, absorb, and experience natural events throughout the ages. This study aims to treat the epidemic of the Covid 19 virus corona with an Islamic Education perspective approach. This research is a qualitative research with a literature review approach. The results found that the tafakkur corona Covid 19 virus in the perspective of the Islamic religion produced findings through, namely; first, quarantine, namely isolating the area affected by the plague is an appropriate action; Second, be patient; Third, be kind and work hard; Fourth, pray a lot.Keywords: Tafakkur, Islamic Religious Education, Corona virus Covid 19 AbstrakTafakkur dalam bahasa Arab diartikan sebagai tindakan berpikir untuk menjembatani persepsi dan konsepsi dari kehidupan dunia ini ke kehidupan akhirat, dan dari makhluk ke Penciptanya, yaitu Allah Swt. Tafakkur melampaui hidup ini ke wilayah lebih luas, akhirat, dan melampaui kedangkalan materialisme menuju horizon lebih dalam, yaitu “ruh” yang dapat memotivasi seluruh aktivitas eksternal dan internal kaum muslim. Menurut Ibn Khaldun di dalam buku Mukadimmah mempunyai pengertian yang cukup luas. Pendidikan bukan hanya merupakan proses belajar mengajar yang dibatasi oleh empat dinding, tetapi pendidikan adalah suatu proses dimana manusia secara sadar menangkap, menyerap, dan menghayati peristiwa-peristiwa alam sepanjang zaman. Penelitian ini bertujuan untuk men-tafakkuri wabah corona virus Covid 19 dengan pendekatan perspektif Pendidikan Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan literature review. Hasil penelitian menemukan bahwa tafakkur corona virus Covid 19 dalam perspektif Agama Islam menghasilkan temuan melalui, yaitu; pertama, karantina yaitu mengisolasi daerah yang terkena wabah adalah sebuah tindakan yang tepat; Kedua, bersabar; Ketiga, berbaik sangka dan berikhtiarlah; Keempat, banyak berdoalah.Kata Kunci: Tafakkur, Pendidikan Agama Islam, Coronavirus Covid 19

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here