z-logo
open-access-imgOpen Access
Penambahan Asam Amino Triptofan Dalam Pakan Terhadap Tingkat Kanibalisme Dan Pertumbuhan Litopenaeus vannamei
Author(s) -
Diana Rachmawati,
Johannes Hutabarat,
Ayu Istiana Fiat,
Tita Elfitasari,
Seto Windarto,
Eko Nurcahyo Dewi
Publication year - 2021
Publication title -
jurnal kelautan tropis/jurnal kelautan tropis
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2528-3111
pISSN - 1410-8852
DOI - 10.14710/jkt.v24i3.11723
Subject(s) - litopenaeus , shrimp , tryptophan , cannibalism , zoology , feed conversion ratio , biology , moulting , essential amino acid , weight gain , fishery , food science , chemistry , amino acid , body weight , biochemistry , botany , larva , endocrinology
Vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) is one of the leading fishery products of the fisheries sector. The problem that is often found in the failure of vannamei shrimp productions is the high level of mortality due to the nature of cannibalism during molting. One solution to minimize the cannibalism of vannamei shrimp is to provide tryptophan supplements in a feed. Tryptophan is a type of essential amino acid that serves as a precursor for serotonin biosynthesis. This study aims to determine the effect and optimal dose of tryptophan added to feed to reduce cannibalism and growth of vannamei shrimp. The test fish used in this study were vannamei shrimp with an average weight of 0,81 ± 0,26 g/individual.  This study used an experimental method, a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and three replications. The test feed used in this study was artificial feed with a protein content of 38% plus tryptophan according to treatments A (0%/kg feed), B (0.75%/kg feed), C (1.5%/kg feed), and D (2.25%/kg feed). The results showed that the addition of Tryptophan in the feed had a noticeable effect (P 0,05) on absolute weight growth, specific growth rates, efficiency ratios protein and efficiency feed utilization of vannamei shrimp. The best dose of tryptophan addition in feed to lower the rate of vannamei shrimp cannibalism in this study was 2,25%, capable of producing a cannibalism rate of 13,33%. Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu produk perikanan unggulan sektor perikanan. Permasalahan yang sering ditemukan dalam kegagalan produksi udang vaname adalah tingginya tingkat mortalitas karena adanya sifat kanibalisme pada saat terjadi molting. Solusi untuk meminimalisir kanibalisme udang vaname adalah dengan memberi suplemasi asam amino pada pakan, salah satunya adalah triptofan. Triptofan merupakan salah satu jenis asam amino esensial yang berfungsi sebagai prekursor untuk biosintesis serotonin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dan dosis optimal triptofan yang ditambahkan ke dalam pakan untuk menurunkan tingkat kanibalisme dan pertumbuhan udang vaname. Ikan uji yang digunakan pada penelitian ini adalah udang vaname dengan bobot rata-rata 0,81±0,26 g/ekor. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Pakan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah pakan buatan dengan kandungan protein 38% ditambah triptofan sesuai perlakuan yaitu : A (0%/kg pakan), B (0,75%/kg pakan, C (1,5%/kg pakan), dan D (2,25%/kg pakan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan triptofan dalam pakan berpengaruh nyata (P 0,05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik, protein efisiensi rasio dan efisiensi pemanfaatan pakan. Dosis terbaik dari pemberian triptofan dalam pakan untuk menurunkan tingkat kanibalisme udang vaname dalam penelitian ini adalah 2,25%, mampu menghasilkan tingkat kanibalisme sebesar 13,33%.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here