
Pemanfaatan Surfaktan Kationik Hasil Sublasi sebagai Molekul Pengarah pada Pembuatan Material Berpori dari Sekam Padi
Author(s) -
Endah Wulan Juni,
Arnelli Arnelli,
Sriatun Sriatun
Publication year - 2012
Publication title -
jurnal kimia sains dan aplikasi/jurnal kimia sains dan aplikasi
Language(s) - Slovenian
Resource type - Journals
eISSN - 2597-9914
pISSN - 1410-8917
DOI - 10.14710/jksa.15.1.24-28
Subject(s) - chemistry , nuclear chemistry , physics
Penelitian pemanfaatan surfaktan kationik dari hasil sublasi sebagai molekul pengarah pada pembuatan material berpori dari sekam padi Telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi surfaktan dari hasil sublasi terhadap karakter material hasil sintesis. Proses sublasi dilakukan untuk memisahkan surfaktan kationik dari larutan dan menghasilkan surfaktan kationik dari golongan ammonium kuarterner dengan CMC (Konsentrasi Misel Kritis) 2,1 g/L. Surfaktan kationik divariasi konsentrasi yaitu di bawah CMC (M1) = 1 g/L, pada CMC (M2) = 2,1 g/L dan di atas CMC (M3) = 10,5 g/L. Hasil XRD menunjukkan bahwa hasil sintesis merupakan padatan kristal. Hasil BET menunjukkan luas permukaan, volume pori total dan radius pori dari masing-masing hasil sintesis berturut-turut adalah 7,18 m2/g; 4,21 x 10-3 cm3/g; 11,721 Å untuk M1; 9,81 m2/g; 5,66 x 10-3 cm3/g; 11,54 Å untuk M2 dan 9,06 m2/g; 5,07 x 10-3 cm3/g; 11,196 Å untuk M3. Konsentrasi surfaktan kationik pada CMC (M2) menghasilkan material berpori dengan luas permukaan dan volume pori paling tinggi relatif terhadap M1 dan M3. Komposisi mineral material hasil sintesis berupa campuran dari natrium silikat hidrat, aluminum hidrogen silikat, dan natrium hidrogen silikat hidrat. Material hasil sintesis adalah mesopori dengan diameter pori rata-rata 22 Å.