
Petrogenesis Batuan Metamorf di Perbukitan Jiwo Barat, Bayat, Klaten, Jawa Tengah
Author(s) -
Anis Kurniasih,
Ikhwannur Adha,
Hadi Nugroho,
Prakosa Rachwibowo
Publication year - 2018
Publication title -
jurnal geosains dan teknologi
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2620-634X
pISSN - 2615-6520
DOI - 10.14710/jgt.1.1.2018.1-7
Subject(s) - geology , geomorphology
Singkapan batuan yang ditemukan di Komplek Bayat terdiri dari batuan beku, sedimen, dan metamorf memiliki berumur Pra – Tersier hingga Neogen. Keberadaan ketiga jenis batuan dalam lokasi yang berdekatan dan menunjukkan hubungan kontak, hanya mungkin terjadi akibat aktivitas tektonik yang kompleks. Penelitian ini diutamakan untuk mengetahui karakteristik batuan metamorf di Perbukitan Jiwo Barat, Bayat, yang meliputi karakter di lapangan dan mikroskopis, yang selanjutnya digunakan untuk memperkirakan sejarah tektonik yang terjadi di daerah penelitian. Observasi langsung di lapangan dijalankan untuk mengetahui kondisi geologi, terutama litologi. Analisis petrografi dilakukan untuk mendukung peta geologi.Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa batuan metamorf di daerah penelitian termasuk ke dalam kelompok metamorf derajat rendah (low grade), diwakili oleh batuan sekis muskovit – klorit, sekis klorit, dan filit. Kelompok batuan metamorf ini termasuk ke dalam fasies Greenschist yang ditandai dari kehadiran mineral muskovit, klorit dan kuarsa. Diperkirakan batuan ini telah mengalami retrograde metamorphisme, dibuktikan dengan kehadiran mineral muskovit dan klorit hasil rekristalisasi dari biotit, dan plagioklas. Protolit batuan metamorf di daerah penelitian adalah batuan dengan ciri asal darat seperti batulanau dan batulempung, selain itu batuan beku yang ditemukan sebagian besar berkomposisi menengah hingga basa, dan batuan sedimen menunjukkan lingkungan pengendapan laut dangkal. Himpunan batuan di daerah penelitian diinterpretasikan sebagai kompleks konvergen yang lebih berciri asal kontinen, kemungkinan besar terbentuk akibat tumbukan lempeng Benua Eurasia dengan Mikrokontinen Jawa Timur.